Desa Tangguh Jatim Bersaing Dalam Lomba Destana

  • Whatsapp

Beritatrends, Probolinggo – Jatim kembali menyelenggarakan Lomba Destana (Desa Tangguh Bencana) yang melibatkan desa-desa terpilih dalam pengelolaan bencana dari kabupaten/kota.

BPBD Jatim (Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Timur) menyiapkan tiga tim peninjau lapangan yang menilai langsung kinerja desa dalam kesiapannya menghadapi bencana. Tim dibagi tiga, masing-masing menilai sesuai tingkatan yang berbeda yakni kategori Pratama, Madya dan Utama.

Tim I fokus pada penilaian Desa Tingkat Pratama. Dipimpin Tiffani Bawole, staff BPBD Provinsi Jawa Timur. Anggota tim berasal dari unsur Dinas Provinsi Jawa Timur, diantaranya Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kesehatan, dan Dinas Sosial. Tim juga diperkuat unsur SRPB Jatim, IABI, FPRB.

Selama empat hari, tim peninjau lapangan Destana Kategori Pratama ini, bergerak di empat desa, yakni Kota Probolinggo (1), Lumajang (2), dan Banyuwangi (1).

Cuaca cerah menambah semangat semua pihak yang terlibat saat tim Lomba Destana Jatim tiba di kantor kecamatan Kedopok Probolinggo (Senin 6/9).

Asisten I bidang pemerintahan kota Probolinggo, Ir. Gogol Sudjarwo,M.Si , yang juga purna kalaksa BPBD Kota Probolinggo menerima tim dengan ramah. Seluruh tahapan dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat. Bahkan sebelum berangkat, semua tim peninjau lapangan sudah melakukan swab antigen.

Lomba Destana yang diselenggarakan masih dalam situasi pandemi ini memang tak banyak melibatkan personil. Sambutan dilakukan sangat singkat dan langsung berlanjut dengan proses penilaian.

Tim peninjau lapangan memeriksa kelengkapan administrasi dan portofolio sesuai indikator Desa Tangguh Bencana di tingkat Pratama.

Kelurahan Jrebeng Wetan, Kedopok, Probolinggo adalah lokasi desa yang dinilai dalam kategori Pratama. Saat penilaian ada indikator yang ditinjau diantaranya, aspek kesiapsiagaan aparat pemerintahan dan masyarakat, aspek kajian risiko, aspek kesehatan dan aspek pengangaran.

Selama hampir 1,5 jam tim peninjau lapangan berada di kelurahan Jrebeng Wetan. Dan banyak masukan serta penggalian info yang bermanfaat. Diskusi menarik terjadi di beberapa meja tiap aspek. Sungguh sebuah kegiatan yang berdaya guna manfaat.

Menurut Syaifudin, Ketua FPRB kelurahan Jrebeng Wetan, “Berkegiatan untuk menumbuhkan kesiapsiagaan perlu adanya kerja bersama dari pentahelix (lima unsur dalam penanggulangan bencana). Tidak bisa bekerja sendirian ”

Guyub rukun menjadi motivasi agar masyarakat semakin kuat dan tangguh. Semoga kelurahan Jrebeng Wetan semangat dan tertantang maju ke tingkat Madya dalam lomba Destana berikutnya.

Pos terkait