DPRD Magetan Membahas 3 Faktor Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021

  • Whatsapp

Gedung DPRD Magetan

Beritatrends, Magetan – DPRD Kabupaten Magetan, membahas penyampaian Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Magetan, tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2021.

Berdasarkan kesepakatan perubahan Anggaran Tahun 2021. APBD merupakan rancangan keuangan tahunan pemerintah daerah dalam rangka mewujudkan amanat rakyat melalui pihak eksekutif dan legislatif untuk memberikan pelayanan secara umum dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Anggaran yang digunakan dalam menyusun perubahan APBD Tahun Anggaran 2020-2021 berorientasi pada anggaran berbasis kinerja atau prestasi kerja. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 64 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021.

Ini dimaksudkan agar penggunaan APBD Tahun Anggaran 2021 benar-benar dapat memenuhi indikator sasaran yang diharapkan sesuai fungsi belanja yang nantinya dijadikan acuan dalam penyusunan laporan pertanggungjawaban pemerintah daerah. Tapi pada penyusunan perubahan APBD Tahun 2021 kondisi pandemi Covid-19, sehingga secara langsung maupun tidak berpengaruh terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan di daerah.

Pandemi telah berdampak pada semua sendi sosial maupun ekonomi, kondisi ini sangat berpengaruh pula terhadap tata pengelolaan keuangan daerah. Maka pemerintah daerah perlu melakukan sinkronisasi dan perhitungan yang mapan, sehingga didapatkan postur APBD yang ideal. Dengan demikian penyusunan RAPBD Tahun Anggaran 2021 harus disesuaikan dengan perkembangan dan kemampuan keuangan daerah.

Ketua DPRD Kabupaten Magetan Sujatno SE, MM mengatakan, pihaknya dari DPRD Kabupaten Magetan saat ini sedang membahas APBD Perubahan Tahun 2021 dan APBD Indeks Tahun 2022, karena sekarang masih dalam masa Pandemi covid-19 jadi dalam pembahasan kita dorong difokuskan kepada 3 hal yaitu, yang pertama penanganan kesehatan ini harus jadi porsi utama dan perhatian utama dalam arah penbangunan baik APBD Tahun 2021 maupun APBD Tahun 2022 penanganan kesehatan harus di utamakan.

Yang kedua pemulihan ekonomi jadi bagaimana masyarakat sehat ekonominya pulih dan ekonominya bergerak sehingga kesejahteraan masyarakat ini bisa meningkat ini juga harus jadi perhatian kita semuanya.

Lalu yang ketiga jaring pengaman sosial juga harus kita perhatikan semuanya kita harus bersinergi jadi masyarakat-masyarakat yang sudah menerima bantuan dari Anggaran APBN siapa saja dari Provinsi siapa saja dan yang belum mendapat ini harus menjadi atensi dan perhatian dari Pemerintah Daerah sehingga tidak terjadi penumpukan-penumpukan sehingga masyarakat bisa mengalami perataan yang belum mendapat ini menjadi perhatian kami di Pemerintah Kabupaten Magetan melalui APBD baik di perubahan tahun 2021 maupun di indeks tahun 2022.

Jadi 3 faktor ini yang harus kita utamakan kegiatan-kegiatan yang tidak urgent ini harus kita tunda dulu sehingga 3 hal ini menjadi perhatian utama.

“Salah satu contoh yang tidak urgent adalah kemarin di pembahasan yang belum urgent itu semisalkan membuat sirkuit masih bisa di tunda kedepan, tentunya nanti kita lihat selain 3 kegiatan ini mana yang masih bisa kita tunda dan nanti kita bahas secara detail,”pungkas Sujatno.

Pos terkait