HML Ambon Mengecam Sikap Main Pukul Alfred Betaubun

  • Whatsapp

Himpunan Mahasiswa Lakor 

Beritatrends, Tiakur Maluku Barat Daya – Kasus penganiayaan terhadap Kapten KM. Sabuk Nusantara 34 oleh Alfred Betaubun terus mendapat perhatian serius publik hingga saat ini.

Himpunan Mahasiswa Lakor (HML) Ambon, angkat bicara. Dalam rilis resmi kepada media ini HML Ambon mengecam keras tindakan main pukul bos PT. Pasific Dok Maluku tersebut.

“Kami mengecam keras tindakan oknum tersebut, serta menuntut kepada pihak kepolisian agar mengusut tuntas masala penganiayaan tersebut sesuai prosedur hukum yang sebenarnya,”kata Ketua HML Ambon Ina Udimera.

Hal senada di sampaikan pembina HML Ambon, Korneles Tuamain S.sos, S.A.P. Korneles mengatakan, bahwa terkait penganiayaan Kapten Sanus 34, terkesan mau dialihkan menjadi persoalan yang lain. Hal itu terlihat dari pernyataan Alfred Betaubun melalui kuasa hukumnya yang di muat oleh salah satu media, Senin (23/08/2021).

Pengurus dan Pembina HML Ambon

“Dalil yang di sampaikan Pa Alfred melalui kuasa hukumnya sangat ketahuan tipu-tipu alias tidak rasional. Alasannya adalah jika Pa Alfred merasa di rugikan mengapa sejak awal tidak melapor ke pihak berwajib?,”kata Neles.

Koq main aniaya sampai bocor darah, lima jahitan dan jadi viral di media sosial baru Pa Alfred bicara rugi ?.

Sekali lagi saya sampaikan bahwa pernyataan yang di sampaikan melalui kuasa hukum Pa Alfred ibarat “Jauh panggang dari api”.

“Sudah menganiaya baru ujung-ujungnya mau melapor ke pihak berwajib, sangat tidak rasional,” ungkap Dosen PSDKU Unpatti MBD tersebut.

Himpunan Mahasiswa Lakor (HML) Ambon, sekali lagi mengecam aksi main pukul oknum tersebut serta menuntut agar pihak kepolisian dapat menangani permasalahan tersebut secara objektif dan transparan, pungkasnya.

Pos terkait