Paparan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dan Reformasi Birokrasi Kabupaten Magetan

  • Whatsapp

Saat melakukan penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemerintah Kabupaten Magetan mengadakan kegiatan Penyusunan SAKIP. Kegiatan diikuti oleh seluruh OPD, Selasa (7/9/2021).

Beritatrends, Magetan – Dalam rangka meningkatkan kualitas penyusunan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), Pemerintah Kabupaten Magetan mengadakan kegiatan Penyusunan SAKIP. Kegiatan diikuti oleh seluruh OPD, Selasa (7/9/2021).

Penerapan SAKIP memastikan anggaran hanya dipergunakan untuk membiayai program ataupun kegiatan prioritas yang mendukung pencapaian tujuan pembangunan.

Penghematan anggaran terjadi dengan dihapusnya sejumlah kegiatan yang tidak penting  serta tidak mendukung kinerja instansi.

Evaluasi SAKIP bukan sebagai ajang kompetisi tentang keberhasilan mencapi indikator penilaian, melainkan lebih kepada bagaimana mengasistensi, mendampingi dan memberi saran perbaikan untuk masalah yang dialami.

OPD-OPD dalam menyusun perencanaan, mengevaluasi pelaksanaan program, memberikan masukan, serta mengawasi target capaian program tersebut.

Bukan saatnya lagi bekerja hanya untuk membuat laporan, atau hanya untuk menyerap anggaran, namun sekarang waktunya bekerja fokus dari hilir ke hulu program. Efisiensi bukan hanya tentang cara memotong anggaran, tetapi juga penerapan manajemen berbasis kinerja.

Misal penerapan e-government melalui e-budgeting untuk menghindari, ‘program siluman’ yang berpotensi penyimpangan.

Namun realitanya, e-budgeting juga tidak terintegrasi utuh dengan outcome kinerja, sehingga belum mampu mencegah pemborosan. Untuk itu, dibentuklah e-performance based budgeting sebagai program quick win yang harus selesai dalam periode 2 (dua) tahun mendatang.

Permasalahan yang banyak terjadi adalah banyaknya program yang tidak tepat sasaran sehingga anggaran banyak yang terbuang sia-sia. Paradigma di hampir seluruh instansi adalah bagaimana menghabiskan anggaran, namun belum tentu anggaran yang dihabiskan bermanfaat.

Untuk mengubah mindset seluruh pegawai tidaklah mudah, mengajak untuk berubah tidaklah mudah.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto SH. M.Si mengatakan Inikan Sistem akuntabilitas kinerja pemerintah (SAKIP) ini dari instalasi pemerintah jadi ini sebenarnya kegiatan formal yang harus dilengkapi mulai dari Visi Misi kita dibrackdown sampai OPD-OPD.

“Kemudian OPD-OPD yang tadi sebagai yang wakil tadi presentasi apakah sudah sesuai dengan aturan-aturan, ketentuan ketentuan mengenai SAKIP. Sehingga kita nilainya masih “BB” jadi habis “BB” harus A. mudah mudahan semakin lama semakin baik. Ini dari Menpan RB,”ucap Bupati Suprawoto.

Kabag Organisasi dan Tata Laksana, Benny Ardiyan menambahkan, setiap tahun Menpan RB itu melakukan evaluasi terkait dengan pelaksanaan sistem akuntabilitas kinerja pemerintah, bahwa akuntabilitas itu sebetulnya bagaimana pemerintah daerah itu dalam rangka pencapaian Visi Misi kemudian di breckdown sampai ke tahap pelaksana kemudian besarnya anggaran evisiensi anggaran pencapaian tujuan dan sasaran anggaran dari Visi dan Misi.

“Jadi karena setiap tahun dilaksanakan untuk tahun 2021 ini Menpan melakukannya secara Virtual, ya kalau tahun 2019 kemarin kita bisa tatap muka mulai pada tahun 2020 kemarin kita virtual,”ucap Benny Ardiyan.

Ini reformasi birokrasinya, bagaimana birokrasi itu bisa mereformasi diri baik dari sisi kelembagaannya, akuntabilitasnya, SAKIP itu adalah bagian dari reformasi birokrasi, bagaimana pelayanan publiknya bagaimana tentang pengawasannya, bagaimana tentang tata laksananya yang berhubungan dengan pemanfaatan teknologi informasi.

Jadi ada 8 area dari reformasi birokrasi ini yang dievaluasi oleh Kementerian PAN capaian capaian terkait birokrasi ini,”pungkas Benny.

Pos terkait