Polres Ponorogo Gelar Pelatihan Bahasa Isyarat

  • Whatsapp

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis membuka pelatihan bahasa isyarat dan anggota yang mengikuti pelatihan

Beritatrends, Ponorogo – Kepolisian Resort Ponorogo menggelar pelatihan bahasa isyarat sejumlah anggotanya di aula Mapolres setempat, Jum’at (3/9).

Pelatihan dilakukan dengan mendatangkan langsung tenaga dari Yayasan Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Madiun.

Hal ini dilakukan untuk mempermudah penyebarluasan informasi dan mempermudah pelayanan khususnya kepada penyandang disabilitas.

Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis, SH, SIK, M.Si menyampaikan bahwa pelatihan ini dunk untuk mempermudah penyebarluasan informasi dan mempermudah pelayanan khususnya kepada penyandang disabilitas.

“Untuk yang mengikuti pelatihan total ada 15 anggota Polwan dan 25 Polki. Pelatihan bahasa isyarat diberikan oleh Isfatunnisa guru Sekolah Luar Biasa kota Madiun, “kata AKBP Mochamad Nur Azis.

AKBP Mochamad Nur Azis menambahkan, maksud dan tujuan kegiatan ini dilakukan adalah untuk peningkatan pelayanan publik Polres Ponorogo, khususnya bagi penyandang disabilitas, dimana Polri sebagai pelindung, pelayan dan pengayom masyarakat harus dapat menjalin komunikasi dengan seluruh lapisan dan berbagai elemen masyarakat.

“Untuk mempermudah dan bisa memahami semua berita atau informasi yang disampaikan khususnya kepada masyarakat penyandang disabilitas tunarungu dan tunawicara sehingga informasi tersebut bisa diterima secara keseluruhan oleh masyarakat, “imbuh Kapolres Ponorogo.

Lebih lanjut Kapolres Ponorogo mengatakan, pelatihan bahasa isyarat ini juga merupakan salah satu implementasi dari roadmap program prioritas Kapolri untuk transformasi menuju Polri yang Presisi yaitu dengan membangun sarana dan prasarana yang berorientasi pada HAM dan kelompok rentan seperti perempuan, anak dan berkebutuhan khusus.

“Pelatihan bahasa isyarat juga sekaligus termasuk penyiapan personel Polri yang mampu dan mahir dalam penguasaan bahasa isyarat. Berharap kepada seluruh anggota agar mengikuti kegiatan pelatihan dengan baik untuk di ambil ilmunya. Setiap orang wajib menuntut ilmu sejak kita lahir sampai dengan meninggal sehingga ilmu tersebut bisa bermanfaat untuk diri sendiri juga institusi, “pungkasnya.

Pos terkait