PT Meridian Kapuas Manunggal Wanprestasi, Diduga Lecehkan Adat Dayak

  • Whatsapp

Kadi, suami alm Mega Selvya

Beritatrends, Landak – Masih ingat kejadian lakalantas yang terjadi di jalan raya desa Samade pada beberapa minggu lalu, sangat viral baik di link berita maupun fb, kejadian yang merengut nyawa seorang ibu muda bernama Mega Selvia yang juga sedang hamil, serta membonceng anaknya bernama Jovelin, keduanya meniggal mengenaskan disamping motor Mio nya KB 4170 L.

Menurut sumber terpercaya kematian Ibu hamil serta anaknya yang berusia dua tahun itu, berawal dari niat Mega Selvia untuk menjemput anaknya yang bersekolah di PAUD, dengan mengendarai sepeda motor dari Dusun Alam, Desa Samade menuju komplek Kantor Desa, setibanya di persimpangan, membelok dan sudah posisi dikanan, namun nasib berkata lain, dari arah yang bersamaan dari belakang, Mobil Box Plat D 8205 VT, yang di sinyalir milik PT. Meridian Kapuas Manunggal.

Supir yang mengemudikannya tidak bisa mengendalikan mobilnya, menyebabkan 3 nyawa melayang, penyebab dan kesimpulan laka sudah ditangani oleh Satlantas Polres Landak.

Namun yang jadi polemik saat ini, kisruh adat pati nyawa serta denda adat dan beberapa ritual adat serta pembenahan kuburan dan adat cuci kampung yang menimbulkan jumlah nilai sebesar Rp.198.945.000,-

Surat BA Pembayaran Adat, dan Surat kuasa Acen

Dimintai keterangan Ombeng, selaku pimpinan sidang adat, yang saat ini menjabat Timanggong Adat Dayak Binua Satona Desa Samade, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak, mengatakan, adat pati nyawa dan timbang parangkat itu sudah merujuk pada Putusan Musdat tanggal 11 Nopember 2014, tentang acuan pati nyawa serta ubaatn, yang diputuskan bersama oleh Timanggong se-Kabupaten Landak bersama DAD Kabupaten Landak.

“Kita tidak melebihi patokan itu, ada pun timbul angka nominal itu adalah komplit rentetan prosesi tahapan adat kearifan lokal dan termasuk adat cuci kampung dan lain lain, inikan tragis, kematian memang disebabkan oleh unsur dugaan kelalaian, tapi kan merengut nyawa sekaligus, jangan lihat secara objek harga pati nyawa, itu ada uraiannya, menurut saya itu sah saja, bahkan kita lihat ada denda adat yang kematian gadis di Kalteng, itu timbul angka Rp. 1,8 milyar. Jadi jangan lihat dari satu sudut pandang, hargailah, pikirkan, orang kehilangan nyawa,”ucap Timanggung Ombeng.

Dimintai pendapatnya, Asdi, SH selaku pendamping pihak korban mengatakan, apapun dia kalau memang hukumnya putusannya harus dipenuhi, dari kajian yuridis formalnya sah. Apapun praktek penundaan, apalagi menghambat proses pembayaran putusan hukum, itu namanya Wanprestasi.

“Menambah masalah baru, kita bisa melaporkan ke pihak Perusahaan, ke Pengadilan dengan dua dalil, wanprestasi dan pelecehan/mengabaikan,”kata Asdi

Pimpinan sidang saat menenangkan pihak keluarga, menunggu pihak Perusahaan

Dihubungi melalui whatshapp nya Anung Dwi Kurnia, selaku penanggungjawab PT Meridian Kapuas Manunggal (Perusahaan Roti jordan) mengatakan, ketidak hadirannya membayar adat yang sudah inkrah. “Itu kita kuasakan ke Acen selaku penerima kuasa kita, yang kita tunjuk tanggal 22 agustus 2021, kita percayakan ke Acen,”kata Anung Dwi Kurnia .

Memastikan hal dimaksud, awak media ini mengconfirmasi ke Acen melalui telpon, terkait substansi kuasa yang diberikan oleh perusahaan.

Aacen mengatakan, saya hanya mencoba menjelaskan dan meminta pengurus adat Ketimanggongan Samade Binua Satona untuk mengedepankan efektipitas, dan menawarkan solusi peninjauan kembali sanksi adat, agar berpedoman pada Musdat.

“Karena putusan sudah inkrah, dan pihak korban tidak bersedia untuk ada beberapa pengurangan, saya pun mundur dari kuasa yang di berikan, artinya tugas saya hanya ditingkat memohon tinjau ulang. Ya artinya saya sudah tidak lagi sebagai kuasa PT Meridian Kapuas Manunggal,”kata Acen pria yang juga menjabat ketua DAD Kecamatan Banyuke Hulu, mengahiri percakapan.

Ditempat yang berbeda Fabianus Owel selaku pihak keluarga korban, sangat menyayangkan ada praktek dugaan pemazulan hukum adat dayak, ini sebuah bentuk ketidak seriusan dan dugaan mencari pembenaran sepihak serta usaha pengagalan serta dalih ingkar janji yang dibungkus rapi, ingat ini kejadian penghilangan nyawa. “Kami sudah kehilanga tiga nyawa sekaligus, jangan perkeruh suasana,”kata Owel mengingatkan.

Masa dan keluarga susdah siap untuk meluncur ke Kantor PT Meridian Kapuas Manunggal 

Saat berita ini diunggah, pihak keluarga korban berencana mengeruduk kantor perusahaan, dan usaha terahir akan menyegel kantor PT.

Benar bang, kami akan berangkat pagi ini Minggu ( 29/08/2021) menuju Sungai Pinyuh, kita mengunakan 2 unit kendaraan roda 4, dengan jumalah terbatas, dan protokol kesehatan serta akan menyampaikan kedatangan kami ke pihak Pemerintah Desa setempat serta pihak TNI/Polri dilingkup Desa Nusapati Sungai Pinyuh.

Intinya kita mau mempertanyakan alasan pembatalan pembayaran denda Hukum adat yang mestinya dibayar tanggal 26 kemarin, kita pastinya aksi damai dan terukur,”kata Owel.

Pos terkait