Rakor Pembangunan Rumah Sakit Darurat di Lembeyan dan Panekan

  • Whatsapp

Rakor digelar di Ruang Jamuan Rumah Dinas Bupati, Pendopo Surya Graha.

Beritatrends, Magetan – Pemkab Magetan mengelar Rapat Koordinasi terkait Pembangunan Rumah Sakit Darurat di Lembeyan dan Panekan, di Ruang Jamuan Rumah Dinas Bupati, Pendopo Surya Graha, Kamis Siang (2/9/2021)

Bupati Suprawoto mengatakan, kita dalam masa darurat dan belum tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Sesuai arahan dari kemenkes kita akan terus hidup berdampingan terus dengan Covid-19, oleh sebab itu kita harus mempersiapkan diri dari pengalaman selama pandemi.

“Seperti trend kenaikan angka pasien positif pada bulan Januari dan Juli 2021, ditakutkan akan ada trend kenaikan lagi pada tahun depan,” terangnya.

Seperti halnya di luar negeri sudah ditemukan juga virus Covid-19 varian baru, yaitu varian Lamda yang lebih ganas dari Covid-19 saat ini.

Menurut Suprawoto, antisipasi tidak ada salahnya karena untuk melindungi masyarakat.

“Karena kita kemaren sempat kelabakan, ada baiknya kita membuat rumah sakit darurat,” jelas Suprawoto.

Hari ini baru di lakukan rakor awal, nanti selanjutnya pemkab akan melakukan rakor dengan mengundang aparat penegak hukum.

Rencana pembangunan akan di prioritaskan untuk rumah sakit darurat di kecamatan lembeyan terlebih dahulu baru setelah itu di Panekan, selain jarak Lembeyan ke kota Magetan yang jauh, juga karena terbatasnya Gedung.

“Kita juga memperhatikan saudara kita yang ada di Kecamatan Lembeyan yang jauh dari layanan,” ungkap Suprawoto.

Bupati menyebutkan untuk pembangunan rumah sakit darurat di Lembeyan dan Panekan di ambil dari anggaran penanggulangan Covid-19 Magetan, yang merupakan anggaran APBD.

“Ini baru hitung-hitungan, alokasinya diperkirakan sekitar Rp 7 Miliar,” ujarnya.

Karena ini darurat, nanti pembangunan rumah sakit darurat akan dilakukan secara bertahap.

Suprawoto menambahkan, ini juga merupakan salah satu cara untuk menjadikan rumah sakit daerah Magetan menjadi tipe B, yaitu dengan cara pengembangan rumah sakit tipe D.

“Karena masyarakat juga membutuhkan pelayanan sub spesial yang tidak ada di RS tipe C,” jelas Suprawoto.

Pos terkait