Remaja 14 Tahun di Mojokerto,Jarinya Nyaris Putus Dibacok Gerombolan Pemuda Mabuk

  • Whatsapp

Tiga dari delapan pelaku pembacokan yang diamankan polisi(ft:susilo/beritatrends)

Beritatreds,Mojokerto- Satrekrim Polres Mojokerto amankan tiga pemuda yang menganiaya remaja di bawah umur,korban nyaris putus jari tangannya akibat sabetan pedang pelaku.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengungkapkan kronologis penangkapan saat pers rilis,Kamis(2/9/) tim gabungan dari Satreskrim Polres Mojokerto, dan Polsek Trowulan,mengamankan satu pelaku atas nama Tommy.

“Dari Tommy kita amankan dua tersangka lain. Sedangkan lima tersangka lain masih dalam proses pengejaran“, ungkap Dony.

Kapolres mengatakan kejadian pembacokan tersebut terjadi pada hari sabtu (28/8/2021) sekira pukul 23.00 WIB, pelaku minum-minuman keras jenis arak sebanyak dua botol bersama dengan Tony, Satya, Ananda bersama tiga orang rekan lainnya. Kurang lebih 1 jam lebih pelaku mengkonsumsi miras akhirnya pelaku bersama-sama berangkat ke jalan raya Lengkong Dusun Temboro, Desa Domas, kecamatan Trowulan, kabupaten Mojokerto.

“Kemudian pada saat itu pelaku Tomi berkelahi dengan pemuda yang sama-sama nongkrong, setelah itu Tomi kembali ke warung Dusun Jati Desa Jatidukuh kecamatan. Gondang,Kabupaten Mojokerto untuk merencanakan balas dendam,”terang Kapolres.

Lebih lanjut Dony Memaparkan,sekitar Pkl 02.30 WIB sebanyak 9 orang mendatangi kelompok pemuda dengan tujuan membalas dendam dengan menggunakan sarana 4 buah pedang, 1 buah sajam dan 1 buah sabuk harnes serta 5 buah sepeda motor. Pada saat dilokasi para pelaku masing-masing mencari lawan sasaran orang yang berkerumun di jl.Lengkong masuk Dusun Temboro, Desa Domas, Kecamatan Trowulan, dengan menodongkan senjata tajam yang dibawa,

“Kemudian korban Abdul Kalim menjadi sasaran korban pengeroyokan karena berada lokasi tersebut,”Jelas Kapolres.

Akibat kejadian tersebut korban (Abdul Karim)mengalami luka di bagian jari sebelah kanan yang hampir putus.Korban mengalami luka di tangan kanan. Tangan koban hampir putus dan langsung dilarikan ke rumah sakit.

“Setelah menerima laporan itu kemudian kita lakukan penyelidikan dan menangkap ketiga tersangka”, tegas Dony .

Masih kata Dony selanjutnya, pada hari minggu (29/8/2021) sejak adanya kejadian pembacokan,tim gabungan Satya Haprabu Satrekrim Polres Mojokerto melakukan serangkaian penyelidikan dan selanjutnya dari hasil penyelidikan tersebut diketahui identitas para pelaku pembacokan adalah orang dari Dsusun Jatidukuh Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya pada hari selasa tanggal 31 Agustus 2021 sekira Pkl 17.00 WIB team gabungan Satya Haprabu mendapatkan informasi jika sala satu pelaku bernama Tomy pergi keluar rumah.

“Kemudian polisi melakukan pembututan dan berhasil mengamankan Tomy di Jl dekat rel kereta api dusun Keweden kecamatan Mojoanyar, kabupaten Mojokerto,” kata Kapolres.

Setelah berhasil mengamankan Tomy,petugas melakukan interogasi dan pelaku Tomy mengakui perbuatannya telah melakukan pembacokan di Domas kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto pada hari minggu dini hari.

Selanjutnya tim Pokres bersama Polsek Trowulan melanjutkan kegiatan dan berhasil mengamankan ketiga teman pelaku dirumahnya masing-masing berserta barang bukti 4 buah sajam jenis pedang dan samurai.Kempat pelaku beserta barang buktinya di bawa ke Mako Polres Mojokerto untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

“Kita masih melakukan pengejaran kepada lima orang pelaku lainnya yang identitasnya sudah kita ketahui. Harapan saya lima pelaku untuk segera menyerahkan diri,”pungkas Dony.

Sementara itu, Tommy salah satu tersangka menyampaikan jika awal mula aksi pembacokan itu dipicu adanya cekcok antara Alif dengan seseorang pemuda saat melihat balap liar. Dari itu kemudian mereka kembali dan menyusun rencana untuk balas dendam.

Kini para pelaku meringkuk di Sel tahanan Mako Polres,pelaku jerat dengan pasal 170 KUHP junto pasal 351 KUHP, dan UU Darurat No. 12/1951, ancaman hukumannya maksimal 19 tahun penjara.

Pos terkait