Temuan Beras dan Daging Tak Layak Konsumsi, Dewan Panggil Pihak Terkait

Komisi D DPRD Ponorogo audensi dengan Dinas Sosial Ponorogo

Beritatrends, Ponorogo – Dikeluhkannya beras dan daging bermutu jelek dari Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diterima oleh Penerima Keluarga Manfaat (PKM) pada bulan November-Desember 2021 lalu, Komisi D DPRD Ponorogo memangil pihak Dinsos Ponorogo dan pendamping program untuk audensi, Selasa (8/2/2022).

Dalam hearing tersebut Komisi D DPRD Ponorogo tengah serius mendalami dugaan yang disinyalir adanya kesalahan dan kekurangan juga permainan yang dilakukan oleh Supplier beras dan daging sehingga barang yang diterima berkualitas jelek dan tidak layak konsumsi.

Ketua Komisi D DPRD Ponorogo, Pamuji membenarkan ada supplier yang dianggap kurang baik dan nakal. Politisi dari Dapil 4 itu juga mengatakan, setelah hearing, Komisi D merekomendasikan agar disetiap kecamatan ada supplier.

“Untuk mempercepat penyaluran bantuan. Daging, misalnya karena jauh suppliernya maka sampai dimasyarakat penerima sudah basi,” jelasnya.

Hal itu bertujuan, agar lebih memudahkan dalam penyediaan komoditi, terutama memanfaatkan sumber daya masyarakat sekitar.

Diakuinya ada beberapa wilayah, lanjut Pamuji, ditemukan juga beras dan daging yang tak layak untuk di konsumsi.

”Dengan harga yang sudah ditetapkan pemerintah, harusnya tidak boleh terjadi beras tak layak konsumsi diberikan ke masyarakat penerima,” terangnya.

Pamuji menambahkan, Komisi D juga merekomendasikan bagi supplier yang sudah terbukti nakal untuk diganti.

”Kita sebenarnya sama-sama taulah terkait hal ini,” ujarnya.

Dan dari hasil hearing ini nanti juga akan segera dilaporkan kepada Kemensos, terkait adanya temuan kualitas beras dan daging diwilayah Ponorogo yang tidak layak untuk dikonsumsi.

Seperti diketahui dalam Program BPNT terdapat 229 agen, sementara penerima reguler 83 ribu lebih, penerima darurat 16 ribu lebih.

Pos terkait