Opini Oleh Lilik Abdi Kusuma
BeritaTrends, Magetan, Jawa Timur – Akhir tahun 2025, Kejaksaan Negeri (Kejari) Magetan memulai langkah besar dengan memanggil seluruh anggota DPRD Magetan, termasuk mantan anggota dewan, untuk dimintai keterangan terkait pengelolaan dana Pokok Pikiran (Pokir) periode 2023, 2024, dan 2025. Tak hanya anggota dewan, sejumlah pejabat dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkait dengan penyaluran dan pelaksanaan Pokir juga turut diperiksa.
Proses pemeriksaan yang berlangsung selama hampir dua bulan ini awalnya memberikan secercah harapan bagi masyarakat Magetan. Mereka berharap agar dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana aspirasi yang menjadi hak anggota dewan ini dapat segera terungkap. Namun, harapan itu mendadak pupus ketika sebuah peristiwa mengejutkan terjadi.
Di tengah proses penyelidikan yang masih berjalan, Kepala Kejari Magetan, yang baru menjabat kurang dari dua bulan, justru diciduk oleh tim dari Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam sebuah operasi senyap. Penangkapan ini sontak menggemparkan Magetan dan memicu berbagai spekulasi di kalangan masyarakat. Ada apa gerangan? Mengapa seorang kepala kejaksaan yang seharusnya menjadi garda terdepan dalam penegakan hukum justru tersandung masalah?
Tak hanya itu, badai di Kejari Magetan seolah belum reda. Setelah penangkapan Kajari, giliran kursi Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) dan Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) yang ikut berganti. Pergantian sejumlah pejabat strategis ini semakin menambah keraguan di benak masyarakat. Apakah ada upaya untuk menghambat atau bahkan menghentikan proses penyelidikan kasus Pokir ini?
Humas Kejari Magetan, yang juga merangkap sebagai Kasi Intel, mencoba meredam kekhawatiran masyarakat dengan memberikan pernyataan yang terkesan klise. Ketika ditanya mengenai perkembangan kasus Pokir, jawaban yang diberikan selalu sama: “Masih dalam proses penyelidikan.” Namun, ketika didesak mengenai detail dan progres penyelidikan yang sudah berjalan hampir empat bulan, jawabannya tetap mengambang. “Tunggu saja, ini masih proses lebih lanjut,” ujarnya.
Jawaban yang tidak memuaskan ini tentu membuat masyarakat semakin frustrasi. Mereka merasa dipermainkan dan tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai perkembangan kasus yang sangat mereka perhatikan. Masyarakat sudah tak sabar ingin melihat kasus ini naik ke tahap penyidikan dan para pelaku yang terlibat dapat segera diadili.
Keresahan masyarakat ini juga disuarakan oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI). Belum lama ini, MAKI yang dipimpin oleh Heru, menggelar aksi pernyataan sikap untuk mempertanyakan kelanjutan kasus Pokir DPRD Magetan. Mereka mendesak Kejaksaan Agung untuk segera memberikan penjelasan terkait penangkapan Kajari Magetan dan memastikan bahwa kasus Pokir ini tetap menjadi prioritas.
Analisis Opini :
Kasus Pokir DPRD Magetan ini telah menjadi sebuah drama yang penuh intrik dan misteri. Penangkapan Kajari Magetan oleh Kejagung menimbulkan pertanyaan besar mengenai integritas dan profesionalisme aparat penegak hukum di daerah. Apakah ada praktik korupsi yang sudah mengakar di tubuh kejaksaan?
Pergantian sejumlah pejabat strategis di Kejari Magetan juga menimbulkan kecurigaan bahwa ada pihak-pihak tertentu yang berupaya untuk melindungi para pelaku korupsi. Jawaban yang tidak transparan dari Humas Kejari Magetan semakin memperkuat dugaan tersebut.
Masyarakat Magetan kini berada dalam posisi yang sulit. Di satu sisi, mereka berharap agar kasus Pokir ini dapat segera terungkap dan para pelaku dapat dihukum seberat-beratnya. Namun, di sisi lain, mereka juga merasa ragu dan pesimis dengan kinerja aparat penegak hukum yang terkesan lamban dan tidak transparan.
Kasus Pokir DPRD Magetan ini bukan hanya sekadar kasus korupsi biasa. Ini adalah ujian bagi Kejaksaan Agung dan seluruh aparat penegak hukum di Indonesia. Apakah mereka mampu membuktikan komitmennya dalam memberantas korupsi tanpa pandang bulu? Ataukah mereka justru akan menjadi bagian dari masalah dan membiarkan para koruptor terus merajalela?
Hanya waktu yang akan menjawabnya. Namun, satu hal yang pasti, masyarakat Magetan tidak akan tinggal diam. Mereka akan terus mengawasi dan menuntut keadilan hingga kasus ini benar-benar tuntas dan para pelaku dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.





