Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo, Hadiah Satu Abad NU

Beritatrends,Ponorogo – RSU Muslimat Ponorogo mempersembahkan kado istimewa untuk peringatan Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU). Gedung Abdurrahman Wahid (Gus Dur) resmi soft opening bertepatan dengan Harlah ke-100 NU pada 31 Januari 2026.

Gedung baru setinggi tujuh lantai itu berdiri megah di kompleks rumah sakit dan menjadi penanda penguatan layanan kesehatan berbasis jam’iyah di Ponorogo. Momentum peresmian awal tersebut sekaligus dinilai sarat makna historis.

Direktur RSU Muslimat Ponorogo dr Andi Nurdiana menjelaskan, penamaan gedung tidak lepas dari jejak sejarah Gus Dur di rumah sakit tersebut. Pada 1986 silam, saat RSU Muslimat masih berupa Balai Kesehatan Ibu dan Anak (BKIA), Gus Dur yang kala itu menjabat Ketua Umum PBNU meresmikannya.

“Ini bentuk penghormatan atas jasa Gus Dur sebagai ulama kharismatik NU, Presiden ke-4 RI, sekaligus tokoh pluralisme yang punya komitmen besar pada demokrasi dan hak asasi manusia,” ujar Andi, Minggu (31/1).

Menurut dia, kehadiran Gedung Gus Dur akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat. Fasilitas baru itu menghadirkan tambahan ruang poli, penambahan dokter spesialis, hingga layanan hemodialisis atau cuci darah.

“Harapannya pasien tidak perlu lagi berobat ke luar Ponorogo karena layanan semakin lengkap di sini,” jelasnya.

Target operasional gedung yang bertepatan dengan Satu Abad NU sejatinya sudah dicanangkan sejak prosesi topping off ceremony (TOC) pada 14 Mei 2025 lalu. Saat itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Rois Syuriah PBNU Prof M Nuh hadir menandai rampungnya struktur utama bangunan sebelum masuk tahap finishing.

Ketua PCNU Ponorogo KH Idham Mustofa menegaskan, pembangunan gedung ini merupakan hasil kolaborasi erat antara PCNU Ponorogo dan PC Muslimat NU. Menurutnya, RSU Muslimat adalah milik bersama yang dibangun atas semangat kebersamaan untuk memperkuat pelayanan umat.

Baca Juga  Kecamatan Way Lima Terlanda Banjir, Masyarakat Minta Bupati Carikan Solusi

“Owner-nya PCNU Ponorogo dan PC Muslimat. Ini contoh kerja sama yang diikat keinginan yang sama untuk membesarkan jam’iyah kita,” terangnya.

Ia menambahkan, soft opening gedung bukan sekadar seremoni, melainkan puncak dari perjalanan panjang pengabdian banyak pihak. Idham pun mengapresiasi seluruh tim yang mampu menuntaskan pembangunan tepat waktu.

“Ini wujud puncak khidmat perjuangan,” tuturnya.

Ketua panitia pembangunan Gedung Gus Dur, Jamus Kunto Purnomo, mengaku lega karena target penyelesaian sesuai jadwal. Ia menyebut tanggal 31 Januari sudah lama ditandai khusus sebagai tenggat bersejarah.

“Kami memang mendapat tugas menyelesaikan pembangunan gedung ini tepat di momen 100 tahun NU versi Masehi,” ujarnya.

Secara teknis, Gedung Gus Dur masuk kategori high rise building karena memiliki tujuh lantai dengan ketinggian lebih dari 23 meter. Lantai satu hingga tiga difungsikan sebagai area parkir.

Sedangkan lantai empat sampai tujuh menjadi ruang rawat inap dengan total kapasitas 64 tempat tidur pasien.

Dengan tambahan fasilitas tersebut, RSU Muslimat Ponorogo kian memantapkan diri sebagai rumah sakit rujukan yang tumbuh dari rahim NU dan terus berkhidmat untuk masyarakat luas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *