Jalan TPA Milangasri Berproblem, DLHP : Perlu Solusi Cepat, Sebentar Lagi TPA Akan Tutup Karena Over Cavity

Kepala DLHP Magetan Saif Muchklisun

BeritaTrends, Magetan – Pemerhatian publik terhadap kondisi jalan akses menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Milangasri yang memprihatinkan mendapatkan tanggapan resmi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Kabupaten Magetan. Kepala DLHP, Saif Muchklisun, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan terkait permasalahan jalan tersebut, namun juga mengungkapkan tantangan yang lebih besar di depan karena TPA Milangasri sebentar lagi akan ditutup karena telah mencapai kapasitas maksimum, Selasa (17/2/2026)

“Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas atensinya kepada semua pihak yang telah memperhatikan kondisi jalan menuju TPA Milangasri. Kondisi jalan yang tidak layak memang menjadi salah satu masalah yang kita hadapi saat ini, tetapi ada hal yang lebih mendesak yang harus kita persiapkan bersama,” ujar Saif dalam keterangan resmi yang disampaikan di kantor DLHP Kabupaten Magetan.

Menurut Saif, kondisi jalan yang berlumpur dan becek sepanjang kurang lebih 100 meter memang menjadi hambatan bagi kendaraan pengangkut sampah dari berbagai desa di wilayah Magetan. Kendaraan yang sebagian besar merupakan mobil pik up lama seringkali harus berjuang keras untuk mencapai lokasi, bahkan terkadang terpaksa bergerak mundur atau mencoba melintas dengan sangat hati-hati agar tidak terjebak atau terselip.

Namun, lanjut Saif, masalah jalan bukanlah satu-satunya tantangan yang dihadapi dalam pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan. TPA Milangasri yang telah beroperasi selama bertahun-tahun kini telah mencapai batas kapasitasnya, sehingga pihaknya tengah menyusun rencana penutupan yang akan dilakukan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya, TPA Milangasri sudah seharusnya ditutup beberapa waktu yang lalu, namun kami masih berusaha untuk memaksimalkan penggunaannya dengan berbagai upaya pengelolaan yang lebih baik. Namun, realitanya kapasitasnya sudah penuh dan tidak bisa lagi menampung sampah dalam jumlah besar seperti sekarang. Jadi pertanyaannya adalah, bisa ngenyangin (menjalani) gak kalau TPA sudah tutup? Sampahnya terus gimana kita tangani?” ucap Saif dengan nada yang khawatir.

Baca Juga  Kapolda Sumut ikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila secara virtual

Ia menjelaskan bahwa penutupan TPA Milangasri akan menjadi titik balik dalam sistem pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan. Jika tidak ada solusi yang siap diimplementasikan tepat waktu, maka sampah dari seluruh desa dan kecamatan di Magetan akan kehilangan tempat pembuangan akhir, yang berpotensi menyebabkan penumpukan sampah di berbagai tempat dan berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat serta lingkungan.

“Kondisi jalan yang buruk memang menjadi masalah saat ini, tetapi jika kita hanya fokus pada perbaikan jalan tanpa menyelesaikan masalah kapasitas TPA, maka perbaikan jalan tersebut hanya akan menjadi solusi sementara. Kita perlu melihat masalah ini secara menyeluruh,” jelasnya.

Saif mengungkapkan bahwa pihak DLHP tengah melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi penutupan TPA Milangasri. Di antaranya adalah menyusun rencana pembangunan TPA baru yang lebih modern dan ramah lingkungan, serta meningkatkan program pengelolaan sampah secara mandiri di tingkat desa melalui pengurangan, daur ulang, dan pemanfaatan sampah menjadi bahan baku lain.

“Kita tengah bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, universitas, hingga organisasi masyarakat untuk menyusun konsep TPA baru yang sesuai dengan standar nasional dan internasional. Selain itu, kita juga sedang gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi volume sampah yang dihasilkan dengan cara memilah sampah dari sumber dan memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos,” ujarnya.

Mengenai kondisi jalan menuju TPA Milangasri, Saif menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Magetan untuk melakukan perbaikan darurat. Meskipun TPA akan segera ditutup, perbaikan jalan tetap dianggap penting untuk memastikan kelancaran pengangkutan sampah hingga saat penutupan dilakukan dan untuk memfasilitasi aktivitas pembongkaran serta pengelolaan akhir yang mungkin masih diperlukan setelah penutupan.

Baca Juga  Diskominfo Ponorogo Sosialisasikan Gempur Rokok Ilegal

“Kita sudah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk melakukan perbaikan jalan secara bertahap. Meskipun ini bukan solusi jangka panjang, tetapi setidaknya bisa mengurangi kesulitan yang dialami oleh sopir kendaraan pengangkut sampah dan memastikan bahwa proses pembuangan sampah bisa berjalan dengan lebih lancar hingga TPA benar-benar ditutup,” jelasnya.

Kepala DLHP juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk LSM, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi dalam menyelesaikan permasalahan pengelolaan sampah di Kabupaten Magetan. Menurutnya, pengelolaan sampah tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi perlu dukungan penuh dari semua pihak.

“Kita mengajak semua pihak untuk bekerja sama dan berkontribusi sesuai dengan peran dan kapasitas masing-masing. Baik itu dengan cara mengurangi sampah, mengikuti program daur ulang, atau memberikan masukan dan dukungan untuk pembangunan TPA baru. Bersama-sama kita bisa menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih baik dan berkelanjutan untuk Kabupaten Magetan,” pungkas Saif.

Saat ini, pihak DLHP tengah menyusun rancangan detail rencana aksi untuk mengantisipasi penutupan TPA Milangasri dan menyelesaikan masalah kondisi jalan akses. Rencana tersebut akan segera diajukan kepada Pemerintah Kabupaten Magetan untuk mendapatkan persetujuan dan dukungan anggaran, serta akan disampaikan kepada masyarakat melalui berbagai forum agar bisa mendapatkan masukan dan dukungan yang maksimal.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *