Beritatrends, Magetan – Air mata Lona (9), siswi SD Negeri 4 Plangkrongan, berlinang deras saat menceritakan perasaan irinya kepada teman-teman sekelas di sekolah lain. “Saya dan teman-teman di Desa Plangkrongan sudah lama melihat teman-teman SD di daerah sekitar menikmati Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun terakhir, bahkan saat libur sekolah mereka masih mendapatkan jatah. Tapi kami? Sampai hari ini belum pernah merasakan sama sekali,” ucap Lona dengan suara bergetar, sambil menyeka air mata.
Surat terbuka yang disampaikan melalui media ini, mewakili aspirasi seluruh anak SD se-Desa Plangkrongan, ditujukan langsung kepada Bupati Magetan Nanik Sumantri. Dalam surat tersebut, Lona mengajukan pertanyaan mendesak: “Sebenarnya ada kendala apa kok kami belum mendapatkan MBG tersebut?” Perasaan tidak adil terasa mendalam; anak-anak merasa hak mereka sebagai warga negara Indonesia untuk mendapatkan dukungan gizi dalam pendidikan terabaikan.
Lona juga menyatakan terima kasih kepada Pak Lilik Abdi Kusuma yang bersedia membantu menyampaikan aspirasi ini. Harapan besar terpancar dari ucapan penutupnya: “Semoga Ibu Bupati segera merealisasikan hak kami.”
Kenyataan dilapangan menunjukkan adanya ketidakmerataan dalam pelaksanaan program MBG yang seharusnya merata untuk seluruh siswa SD di Magetan. Apakah pemerintah kabupaten akan segera menindaklanjuti keluhan ini dan memastikan anak-anak Plangkrongan mendapatkan layanan yang sama? Waktu akan menjawab, namun harapan dari para siswa seperti Lona sudah sangat tinggi.





