Oleh Lilik Abdi Kusuma Redaktur Media BeritaTrends.co.id
BeritaTrends, Magetan – Bulan Romadhan tahun ini, yang akan kita jalani, diharapkan menjadi momentum penting bagi seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di Ponorogo. Lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga, Romadhan 1447 Hijriah ini dapat kita maknai sebagai bulan pendidikan yang intensif untuk membentuk karakter yang lebih baik, Jumat (20 Februari 2026)
Mengapa demikian? Karena di bulan suci ini, kita didorong untuk melakukan transformasi diri secara menyeluruh. Dari kebiasaan buruk, kita belajar untuk berbuat baik. Dari perbuatan baik, kita berusaha meningkatkannya menjadi lebih baik lagi. Amalan-amalan seperti sedekah, shalat tarawih, membaca Al-Quran, dan berbagai kegiatan positif lainnya menjadi sarana pendidikan yang sangat efektif.
“Romadhan adalah madrasah, tempat kita belajar menjadi manusia yang lebih bertakwa,” ujar Penulis yang juga sebagai Redaktur Media BeritaTrends.co.id
“Puasa bukan hanya sekadar menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga melatih kesabaran, kejujuran, dan empati.”
Salah satu keistimewaan Romadhan, seperti yang disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW, adalah dibukanya pintu surga selebar-lebarnya, ditutupnya pintu neraka, dan dibelenggunya setan.
Ini berarti, kesempatan untuk berbuat baik dan meraih pahala di bulan Romadhan sangatlah besar. Kita memiliki peluang yang lebih besar untuk mengendalikan diri dari godaan hawa nafsu dan melakukan perbuatan yang diridhoi Allah SWT.
Namun, penulis mengingatkan, “Jangan sampai kita hanya bersemangat di awal Romadhan saja. Semangat untuk berbuat baik harus kita jaga dan kita tingkatkan sepanjang bulan Romadhan, bahkan setelah Romadhan berlalu.”
Oleh karena itu, mari jadikan Romadhan 2026 ini sebagai bulan pendidikan yang sesungguhnya. Mari kita manfaatkan setiap momen di bulan suci ini untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, dan mempererat tali silaturahmi.
Dengan demikian, Romadhan tidak hanya menjadi rutinitas tahunan, tetapi juga menjadi titik balik bagi kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negara.
Pesan Inspiratif:
“Romadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi tentang menahan diri dari segala bentuk keburukan. Jadikan Romadhan ini sebagai momentum untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.”





