Kejadian warga terjatuh karena jalan berlubang
BeritaTrends, Magetan – Jalan penghubung yang dulunya menjadi bukti nyata perhatian pemerintah Kabupaten Magetan bersama dengan ABRI dalam program masuk desa, yang menghubungkan Desa Sumber Agung, Desa Randu Gede, Desa Plangkrongan hingga menjangkau Kecamatan Poncol, kini justru menjadi sumber kekhawatiran bagi seluruh pengguna jalan.
Diberitakan bahwa sudah lebih dari lima tahun lamanya, ruas jalan bagian Desa Randu Gede menuju Desa Plangkrongan tidak pernah mendapatkan perhatian untuk diperbaiki, berbeda dengan kondisi jalan penghubung di wilayah lain yang sudah mendapatkan penanganan dan perawatan secara berkala, Senin (12/1/2026)
Diketahui, jalan penghubung yang menghubungkan tiga desa tersebut bukan hanya menjadi akses penting antar-desa dan antar-kecamatan dari Plaosan ke Poncol, namun juga merupakan jalur terdekat dan paling efisien bagi warga untuk menuju Kota Magetan.
Setiap pagi hingga pagi hari, lalu lintas di jalan ini sangat padat, baik dari kendaraan roda dua milik pekerja dan pelajar, maupun kendaraan roda empat yang digunakan untuk transportasi barang dan masyarakat yang melakukan aktivitas sehari-hari.
Banyak warga dari Desa Plangkrongan khususnya yang harus melewati jalan ini setiap hari untuk bersekolah di berbagai jenjang pendidikan di Kota Magetan, mulai dari tingkat sekolah menengah pertama, menengah atas, hingga perguruan tinggi, serta untuk bekerja di berbagai sektor usaha yang ada di kota.
Sayangnya, kondisi jalan yang penuh dengan lubang besar dan kecil, yang bahkan oleh sebagian warga disebut sebagai “seribu lubang” seringkali menyebabkan kesulitan dan bahaya.
Bahkan baru-baru ini, tepatnya pada hari ini Senin (12/1/2026), terjadi insiden laka tunggal yang menimpa seorang warga buruh bangunan bernama Satok (45 tahun) yang sedang dalam perjalanan untuk berangkat kerja ke lokasi proyek di Kecamatan Magetan. Pria yang tinggal di Dusun Krajan Desa Plangkrongan tersebut mengaku terpaksa mencoba menghindari lubang yang sudah cukup besar di bagian tengah jalan, namun karena kondisi jalan yang licin dan tidak terawat, kendaraannya justru terpeleset dan masuk ke lubang yang lebih besar di sisi jalan.
“Pada saat itu saya sedang berkendara dengan kecepatan normal, tiba-tiba melihat lubang besar di depan, jadi saya coba belok sedikit untuk menghindarinya. Tapi jalan di sisi itu juga tidak rata dan ada lubang lain yang lebih dalam, akhirnya saya tidak bisa mengendalikan motor dan jatuh ke tepi jalan,” jelas Satok yang saat ditemui masih merasa kesakitan di bagian lutut dan tangan.
Beruntungnya, saat kejadian terjadi ada beberapa kendaraan lain yang lewat dan segera berhenti untuk memberikan bantuan, sehingga Satok bisa segera mendapatkan pertolongan pertama dan tidak mengalami cidera yang lebih parah.
Salah satu siswa kelas XI SMAN 1 Magetan bernama Rizky (17 tahun) yang juga tinggal di Desa Plangkrongan, membenarkan bahwa kejadian seperti ini bukanlah yang pertama kalinya terjadi di jalan penghubung tersebut.
Menurut Rizky, hampir setiap minggunya ada saja kejadian kecil seperti tergelincir atau kendaraan yang mogok akibat terkena lubang jalan, meskipun belum selalu berujung pada kecelakaan serius.
“Kami sebagai pelajar seringkali harus berangkat pagi-pagi sekali untuk sampai ke sekolah tepat waktu, tapi karena jalan yang rusak ini, kami terpaksa harus mengurangi kecepatan atau berhati-hati ekstra agar tidak mengalami hal yang tidak diinginkan. Kadang kala jika ada kendaraan besar yang lewat, kami harus berhenti sebentar karena jalan yang bergelombang membuat kendaraan sulit melewati,” ujar Rizky yang juga mengaku pernah hampir mengalami kecelakaan saat menghindari lubang pada bulan lalu.
Para warga mengaku sudah lama merasa khawatir dengan kondisi jalan tersebut, namun mereka merasa bingung tentang siapa yang harus dituju untuk mengajukan usulan perbaikan. Beberapa warga mengaku pernah mencoba menyampaikan keluhan kepada kepala desa, namun dikatakan bahwa perbaikan jalan tersebut menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten Magetan karena termasuk dalam kategori jalan kecamatan atau jalan kabupaten.
Sarni (52 tahun), seorang ibu rumah tangga dari Desa Plangkrongan, mengaku bahwa sebagai warga yang tidak memiliki pendidikan tinggi dan tidak terlalu paham tentang tata cara pengurusan administrasi pemerintah, mereka merasa kesulitan untuk menyampaikan keluhan secara resmi.
“Kami ini orang yang tidak banyak sekolah, jadi kalau harus mengurus surat-surat atau datang ke kantor pemerintah, kami merasa bingung dan tidak berani. Setahu kami ada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan yang berasal di dapil ini, yaitu Bapak Pak Nahar. Kami ingin sekali menyampaikan keluhan ini kepada beliau, tapi kami merasa kurang berani dan tidak tahu bagaimana cara menghubunginya dengan benar,” ungkap Sarni dengan nada khawatir.
Berhubung ada kehadiran wartawan yang sedang melakukan pemantauan kondisi jalan di wilayah tersebut, salah satu perwakilan warga Desa Plangkrongan yang tidak mau disebutkan namanya, menyampaikan harapan yang sangat mendesak kepada Bapak Pak Nahar dan pemerintah Kabupaten Magetan secara keseluruhan. Menurutnya, meskipun tidak bisa dilakukan perbaikan total secara langsung, mereka sangat berharap setidaknya jalan tersebut bisa mendapatkan penambalan sementara atau perawatan sulam agar kondisi lubang tidak semakin memburuk.
“Kami tidak mengharapkan jalan bisa dibuat seperti jalan aspal baru secara instan, karena kami tahu itu membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Namun setidaknya, jika lubang-lubang yang ada bisa ditambal sulam saja, kami sudah sangat berterima kasih. Karena jika dibiarkan terus seperti ini, lubang akan semakin lebar dan dalam seiring dengan lalu lintas kendaraan yang terus menerus melintasinya. Sudah terbukti selama lima tahun ini, kondisi jalan semakin parah dan bahayanya juga semakin besar. Ini adalah keluhan yang datang dari hati nurani seluruh warga Desa Plangkrongan, Desa Randu Gede, dan juga Desa Sumber Agung yang menggunakan jalan ini setiap hari,” pungkas perwakilan warga tersebut dengan harapan bahwa keluhan mereka akan segera tersampaikan dan mendapatkan tanggapan yang positif dari pihak berwenang.
Para warga juga berharap bahwa melalui berita ini, pemerintah Kabupaten Magetan dan seluruh pihak terkait bisa segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi jalan yang rusak tersebut, sehingga bisa segera diambil langkah konkret untuk melakukan perbaikan dan memberikan rasa aman kembali bagi seluruh pengguna jalan.





