PENERIMA BANTUAN–Tim Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Ngawi berada di salah satu penerima bantuan perbaikan rumah tidak layak huni.
Beritatrends, Ngawi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngawi melakukan perbaikan 215 rumah tidak layak huni pada tahun 2026 yang tersebar di 19 kecamatan. Untuk memperbaiki 215 RTLH, Pemkab Ngawi menganggarkan Rp 4,3 miliar.
Kepala Bidang Perumahan Rakyat pada Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Ngawi, Wahyudi Puruhita, mengatakan saat program pembangunan RTLH masih dalam tahap
verifikasi lapangan. “Dari hasil verifikasi terdapat beberapa penyesuaian terkait anggaran sebelum penetapan penerima bantuan,” kata Wahyudi, Kamis (12/3/2026).
Setelah verifikasi lapangan, kata Wahyudi, terdapat perubahan anggaran yang saat ini masih diajukan Surat Keputusan (SK) penetapan penerima. “Jadi untuk proses pelaksanaan akan dimulai setelah SK tersebut terbit,” ujar Wahyudi..
Ia menuturkan setiap penerima bantuan akan mendapatkan dana sebesar Rp20 juta. Rinciannya untuk pembelian material bangunan sebesar Rp17,5 juta dan Rp2,5 juta untuk upah tukang.
“Besaran bantuan tersebut difokuskan untuk memperbaiki struktur rumah yang dinilai tidak layak, seperti pondasi, dinding, maupun bagian lain yang membahayakan keselamatan penghuni” ungkap Wahyudi.
Ia menambahkan anggaran Rp20 juta per rumah sering kali belum cukup untuk membangun rumah hingga benar-benar layak huni secara menyeluruh. Untuk itu diharapkan perlu adanya kesiapan swadaya dari masyarakat.”Harapan kami bisa dibantu juga dari program lain atau gotong royong,” kata Wahyudi.
Ia menambahkan berdasarkan data yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Nasional (DTSEN), saat ini terdapat sekitar 6.000 RTLH di Kabupaten Ngawi yang masih membutuhkan penanganan. Untuk itu, Pemkab Ngawi juga mengoptimalkan berbagai sumber program bantuan lain, seperti dari Baznas, CSR Bank Jatim, Korpri, serta pemanfaatan Dana Desa.
“Lewat dana desa dapat didorong untuk mengalokasikan bantuan perbaikan minimal dua rumah tidak layak huni setiap tahun. Dengan jumlah desa yang ada maka dapat memperbaiki hingga sekitar 700 RTLH setiap tahunnya,” demikian Wahyudi.





