Beritatrends,Magetan – Jadwal pembuangan sampah yang ditetapkan untuk pengangkut dari desa-desa di lokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Magetan menuai keluhan yang cukup serius dari para petugas pengangkut. Sebagaimana yang telah ditetapkan sebelumnya, pengangkut sampah dari desa-desa diizinkan masuk ke TPA pada pukul 23.00 WIB. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa mereka harus menghadapi antrian yang sangat panjang hingga berjam-jam lamanya.
Seorang supir pengangkut sampah dari salah satu desa yang enggan menyebutkan namanya mengaku kesal karena harus menunggu waktu yang tidak terduga. “Kemarin kami datang tepat jam 11 malam seperti jadwal, tapi jalan masuk ke TPA dihalangi oleh truk dam pengangkut sampah dari pihak Lingkungan Hidup (LH). Mereka mendahulukan truk milik DLHP sendiri, jadi kami terpaksa menunggu antrian sampai jam 3 pagi baru bisa masuk untuk menurunkan sampah,” keluh dia dengan nada kecewa.
Supir tersebut juga menyampaikan harapan agar pihak terkait dapat menata ulang jadwal agar tidak terjadi benturan lagi. “Kalau bisa kembalikan jadwal seperti semula, ya kita bisa masuk sekitar jam 7 malam saja, jangan sampai berbarengan dengan truk sampah dari pihak LH. Ini sangat menyita waktu dan membuat kita capek,” pinta dia sambil menambahkan bahwa kondisi seperti ini sudah mulai mengganggu aktivitas pengangkutan sampah di wilayahnya.
Diketahui, pengangkut sampah yang mengeluhkan kondisi ini kemungkinan berasal dari Desa Sidorejo dan Widorokandang. Kondisi ini semakin menjadi perhatian karena saat ini Kabupaten Magetan tengah menghadapi situasi darurat sampah. Bahkan, sesuai rencana awal, TPA Magetan seharusnya sudah ditutup pada tahun 2026 ini. Namun, upaya penutupan belum dapat diwujudkan sehingga pihak terkait harus terus mencari solusi untuk mengelola sampah yang terus bertambah.
Media ini segera melakukan klarifikasi langsung dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pangan (DLHP) Magetan, Saif Muchklisun, melalui telepon. Beliau mengucapkan terima kasih atas informasi yang disampaikan dan menjelaskan kondisi yang sebenarnya terjadi di lapangan.
“Bukan berarti kami menghadang truk dari desa-desa, tapi memang jadwal pembuangan bersamaan dan pintu masuk TPA hanya ada satu, sehingga truk dam dari DLHP yang datang lebih dulu menjadi bagian dari antrian yang menyebabkan mereka harus menunggu hingga 2 hingga 3 jam,” jelas Muchklis.
Beliau juga menegaskan bahwa pihak DLHP akan segera mengambil langkah penyelesaian. “Kita akan menata ulang jadwal pembuangan sampah. Misalnya saja, jadwal untuk desa-desa yang semula jam 23.00 WIB akan kami majukan menjadi jam 21.00 atau 22.00 WIB saja. Seperti kalau mau berobat ke dokter, ya harus datang lebih awal agar tidak antri terlalu lama,” ujarnya dengan nada yang penuh komitmen.
Selain menyesuaikan jadwal, pihak DLHP juga akan menerapkan sistem prioritas. “Pengangkut dari desa-desa akan kita dahulukan proses pembuangannya. Setelah itu sampah akan dipilah terlebih dahulu, kemudian didoser dan diratakan. Baru setelah itu truk dam dari pihak dinas akan masuk untuk melakukan proses pembuangan dan pemilahan selanjutnya,” tandas Muchklis.
Di akhir pembicaraan, Muchklis juga mengajak kesadaran bersama kepada masyarakat. “Sampah seharusnya sudah dipilah dari rumah masing-masing agar proses di TPA bisa berjalan lebih cepat. Sekali lagi kami berterima kasih atas masukan yang diberikan, dan kedepannya kami akan bekerja lebih baik untuk mengatasi permasalahan sampah di Kabupaten Magetan,” pungkasnya.





