Bakesbangpol Magetan Gelar Dialog Interaktif Peran Jurnalis Dalam Menangkal Radikalisme

  • Whatsapp

Beritatrends, Magetan – Ditengah kemajuan teknologi yang semakin pesat tentunya memicu maraknya Citizen Journalism (Jurnalisme Warga) yakni partisipasi aktif yang dilakukan oleh masyarakat dalam mengumpulkan, menganalisis, serta menyampaikan informasi.

Hoaks dan Radikalisme tentu menjadi salah satu ancaman nyata yang dihadapi masyarakat ditengah kemajuan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

Untuk itu, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Magetan melaksanakan “Dialog Interakif Peran Jurnalis Dalam Menangkal Radikalisme” di ruang pertemuan Magetan Park, Jalan Pahlawan Nomor 14 Magetan, Jawa Timur. Rabu (24/11/2021)

Dalam dialog interaktif yang diselenggarakan Bakesbangpol Magetan kali ini diikuti sekitar 50 peserta jurnalie di Kabupaten Magetan dengan mengambil narasumber Anggota Komisi A DPRD Provinsi Jawa Timur H. Riyadh Rosyadi, Mantan Jurnalis KBR 68H Fariansyah Mustafa, dan Modetator Ramzi Jurnalis JTV

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Magetan Drs. Chanif Tri Wahyudi, M.Si dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan kali ini dalam rangka Program Kewaspadaan Nasional dan Peningkatan Kualitas serta Fasilitas Penanganan Konflik Tahun 2021.

“Radikalisme terus menyebar, mengancam, berbuah terorisme. Kalau kita tidak ingin hancur tentunya semua harus berani melawan.” ucapnya. Rabu (24/11/2021)

Lanjutnya, peran media sangatlah strategis untuk ikut melakukan upaya deradikalisme dan mengurangi radikalisme dan terorisme.

“Pers diharapkan mampu membangun kesadaran dan kemampuan masyarakat disegala lapisan untuk menyadari bahaya radikalisme dan terorisme, sehingga tidak semakin berkembang.” jelasnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan kali ini, Bakesbangpol Magetan berharap kepada teman – teman media untuk dapat membangun kemampuan masyarakat untuk tidak terpengaruh indoktrinasi terorisme sehingga terorisme tidak berkembang.

“Kalangan kelompok radikal atau teroris juga dapat memanfaatkan media untuk melakukan propaganda, oleh karena itu Media harus berhati – hati dalam memberitakan pemberitaan.” tegasnya.

Pos terkait