Dinsos Magetan Rutin Kirim ODGJ ke RSJ, Peran Keluarga Jadi Kunci Pemulihan

Beritatrends,Magetan – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Magetan terus melakukan pelayanan rehabilitasi bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Terutama untuk kasus-kasus yang sulit dikendalikan, Dinsos secara rutin mengirim ODGJ ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) di luar daerah.

Kepala Dinsos Magetan Parminto Budi Utomo menjelaskan, keterbatasan daya tampung membuat pengiriman dilakukan secara bergilir. Setiap dua pekan, Dinsos mengirim sekitar 15 hingga 20 ODGJ untuk menjalani rehabilitasi ke sejumlah RSJ, seperti RSJ Menur Surabaya, RSJ Malang, dan RSJ Kediri.

“Setiap dua pekan kami kirim 15 sampai 20 ODGJ karena memang tempatnya terbatas,” ujar Parminto.

Menurutnya, penanganan ODGJ tidak bisa hanya bertumpu pada pemerintah. Peran keluarga menjadi faktor paling menentukan dalam proses pemulihan. Selama ODGJ masih memiliki keluarga, intervensi utama tetap diarahkan pada penguatan peran keluarga.

“Kuncinya ada di keluarga. Kalau keluarga masih ada, maka intervensi utama di keluarga,” tegasnya.

Namun, ketika keluarga dinilai lepas tanggung jawab, Dinsos akan turun tangan secara maksimal. Penanganan dilakukan bersama tenaga kesehatan serta didukung Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) untuk memastikan ODGJ mendapatkan pendampingan yang layak.

Parminto juga menyinggung kasus perusakan di kantor DPC PDI Perjuangan Magetan yang dilakukan oleh ODGJ. Ia memastikan Dinsos bergerak cepat menangani kasus tersebut. Pelaku telah dikirim ke panti rehabilitasi di Sidoarjo.

“Sudah kami kirim ke panti rehabilitasi di Sidoarjo. Kebetulan yang bersangkutan juga memiliki saudara di sana,” jelasnya.

Lebih lanjut, Parminto berharap keluarga bersedia menerima kembali anggota keluarganya setelah menjalani rehabilitasi. Penerimaan keluarga, pengawasan minum obat secara rutin, serta lingkungan yang mendukung dinilai sangat penting agar ODGJ bisa pulih dan kembali beraktivitas normal di tengah masyarakat.

Baca Juga  Kembangkan BUMDES Kabupaten Landak Terus Lakukan monitoring

“Tanpa dukungan keluarga, proses pemulihan akan sulit berjalan optimal,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *