Anggota DPR RI Komisi IV Sadarestuwati didampingi Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menyampaikan materi sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (7/2/2026).
Beritatrends,Madiun –DPR RI dan DPRD Kabupaten Madiun menggelar sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Pendopo Kecamatan Mejayan, Kabupaten Madiun, Sabtu (7/2/2026).
Sosialisasi itu dihadiri Anggota DPR RI Komisi IV Sadarestuwati, Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono, jajaran Forkopimcam Mejayan, kepala OPD terkait, tim IT Fakultas Ilmu Komputer Universitas Brawijaya dr. Heru Nurwasito, serta seluruh Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kabupaten Madiun.
Ketua DPRD Kabupaten Madiun Fery Sudarsono menyatakan kebijakan PPL menjadi pegawai pusat merupakan momentum penting untuk memperkuat peran penyuluh di lapangan.
“Per tahun 2026 ini, seluruh PPL sudah menjadi pegawai pusat. Dengan status ini, penyuluh dapat diberdayakan lebih optimal untuk mendampingi petani dan mempercepat swasembada pangan,” kata Fery.
Sementara itu, Anggota Komisi IV DPR RI Sadarestuwati menyatakan pentingnya mengembalikan fokus utama PPL sebagai pendamping petani. Dengan demikian PPL tidak lagi terbebani urusan administratif.
“Dari dulu, saya inginnya PPL itu bisa seperti dulu lagi, fokus mendampingi petani. Jadi PPL tidak lagi dibebani pekerjaan administratif. Input RDKK itu tugas gapoktan, harus mandiri. Tak boleh dibebankan ke PPL,” kata Sadarestuwati.
Sebagai akademisi pertanian dan praktisi lapangan, Sadarestu juga menyoroti pentingnya dukungan negara terhadap sarana kerja PPL.
“Saya akan berada di depan untuk bisa membantu teman-teman PPL agar bisa menjalankan tugas dengan baik. Salah satu contoh, senjata teman-teman PPL kan minimal tester untuk mengecek PH tanah, ya tugas negara harus memberikannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan kondisi tanah pertanian saat ini membutuhkan penanganan berbasis data dan riset. Terlebih saat ini
C-Organ tanah milik petani minim.
“Ketika diberi pupuk-pupuk yang sebenarnya kandungannya masih ada di dalam tanah, yang terjadi adalah penumpukan. Residunya ini justru menjadi racun di dalam tanah,” jelas Sadarestuwati.
Sadarestuwati mendorong PT Pupuk Indonesia untuk mengambil peran strategis dalam riset formulasi pupuk yang sesuai dengan kondisi tanah nasional. Apalagi tanah petabi saat ini sudah sakit dan sebagian besar kemampatan tinggi.
Ia mengharapkan harus ada formulasi unsur yang bisa memecah molekul tanah dan meningkatkan C-Organik untuk mengembalikan kesuburan tanah.
Sadarestu mengajak bersama-sama membangun pertanian, khususnya di Kabupaten Madiun. Untuk itu ia membutuhkan informasi sebanyak-banyaknya agar tugas fungsi PPL bisa berjalan dengan semestinya hingga dapat mensejahterakan masyarakat petani.
Ia berharap kegiatan itu dapat memperkuat kebijakan pertanian, meningkatkan efektivitas PPL. Dengan demikian dapat meletakkan fondasi ketahanan pangan yang berkelanjutan.





