Jawaban Surat Terbuka oleh Bupati Magetan Bunda Nanik

Beritatrends,Magetan-  Meluruskan Disinformasi dan Membangun Keterbukaan Informasi Publik melalui Jawaban Surat Terbuka oleh Bupati Magetan Bunda Nanik Sesuatu yang wajar setiap kebijakan atau kegiatan pemerintah akan muncul reaksi publik dengan beragam opini baik positif atau negatif.

Hal tersebut baik bagi sebuah proses komunikasi publik. Selama hal itu dimaknai sebagai bagian untuk mendapatkan Informasi yang sifatnya konstruktif dan edukatif bagi masyarakat.

Sebelum menjawab surat terbuka terlebih dahulu Saya mengucapkan terima kasih masih ada warga yang peduli dengan kami, memberikan saran, dan kritikan melalui surat terbuka. Itu berarti ruang demokrasi dan transparansi di Magetan masih berjalan dan bisa dimaknai partisipasi masyarakat bisa berjalan.

Ini hal yang patut kita syukuri sehingga Pemerintahan Kabupaten Magetan bisa berjalan dengan baik.

Jawaban surat terbuka ini bukan berarti kami reaktif terhadap hal yang menjadi pemikiran warga, namun lebih dari upaya untuk membangun komunikasi terbuka yang berimbang serta sebagai bagian komitmen kami terhadap Keterbukaan Informasi Publik, sehingga masyarakat Magetan bisa mendapatkan informasi secara utuh terkait isu publik yang ada serta menghindari adanya disinformasi di tengah masyarakat.

1. Terkait Banjir di Magetan

Tanpa terus mencari siapa yang salah karena banyak faktor penyebab banjir beberapa waktu lalu baik alam, teknis, dan perilaku manusia, sehingga banjir bisa terjadi di Magetan.

Pasca banjir Pemerintah Kabupaten Magetan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua aspek yang menjadi penyebab banjir di beberapa beberapa titik dengan faktor yang berbeda untuk mendapatkan solusi jangka pendek, menengah , dan panjang baik eknispenataan sistem irigasi dan drainase, maupun penegakan aturan yang berkaitan dengan pemanfaatan lahan di Magetan sehingga banjir di beberapa titik kedepan bisa di cegah. Solusi itu bisa diambil setelah melalui serangkaian proses investigasi, survey, dan pemetaan yang dilakukan secara langsung dan detail. Namun, semua solusi tersebut tidak bisa serta merta dilakukan dalam tempo yang sama. Skala prioritas diperlukan untuk menghasilkan dampak yang bisa dirasakan namun tetap melalui proses. Jadi, upaya untuk penanggulangan serta penanganan terdampak banjir terus berjalan sesuai dengan ketentuan meskipun belum bisa memenuhi ekspektasi semua pihak terkait penanganan nya.

Baca Juga  Perempuan Magetan Berdaya: Pelatihan Kreatifitas dan Pemasaran untuk PEKKA dan Korban KDRT

Pemerintah juga memastikan masyarakat terdampak banjir bisa menjalankan aktivitas kembali meskipun mungkin belum sempurna sepenuhnya. Namun, kami pastikan tidak ada pemukiman atau rumah yang belum dibersihkan dari rendaman lumpur.

2. Terkait Output kegiatan di TMII dan Undangan Forum Komunikasi Pawitandirogo serta transparansi anggaran. Setiap kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah selalu diukur output dan dampak yang dihasilkan, meskipun tidak semua bisa dirasakan langsung. Kegiatan di Jakarta yang akan dilaksanakan tanggal 17 s.d 19 merupakan kegiatan dalam rangka menghadiri undangan Gubernur Jawa Timur melalui Badan Penghubung Jawa Timur dan IKMA (Ikatan Keluarga Magetan) dan Pawitandirogo di Jakarta. Kegiatan di TMII merupakan agenda rutin Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dilakukan secara bergilir untuk Kabupaten se-Jawa Timur dalam rangka Gelar Budaya dan Promosi Potensi masing-masing Kabupaten. Sedangkan Forum Komunikasi Pawitandirogo merupakan forum yang digagas untuk komunikasi dan diskusi serta mensinkronkan berbagai potensi dan kendalan pembangunan masing masing Pemerintah Daerah diantaranya Pacitan, Ngawi, Magetan, Madiun, dan Ponorogo yang tahun ini kebetulan Magetan menjadi tuan rumah melalui IKMA sebagai kepanitiaannya.

Kegiatan tersebut tidak dilakukan di gedung mewah ataupun tempat yang mempunyai nilai komersil tinggi, melainkan dilaksankan di Anjungan Provinsi Jawa Timur di TMII dan gedung pertemuan di kawasan Halim Perdana Kusuma milik TNI AU yang difasilitasi oleh panitia. Kegiatan tersebut tidak bisa semuanya diukur dengan hasil yang dilihat ataupun di rasakan langsung oleh masyarakat Magetan. Namun lebih dari itu, acara tersebut sebagai promosi dan usaha menjual potensi Kabupaten Magetan serta membangun komunikasi lebih dekat dengan banyak saudara kita yang berada diperantauan. Di samping bentuk perhatian kehadiran pemerintah kepada warga masyarakat yang ada di perantauan, melalui kegiatan tersebut dapat menghasilkan ide pemikiran maupun solusi-solusi pembangunan di Magetan yang tidak bisa dijalankan karena keterbatasan fiskal daerah.

Baca Juga  Perayaan Hari Pengayoman 2024, Rutan Kelas IIB Magetan Gelar Tabur Bunga Kenang Jasa Pahlawan

Komunikasi langsung ini perlu dibangun agar mereka tetap merasakan menjadi bagian dari masyarakat Magetan sehingga semangat dan partisipasi membangun Magetan ada meski berada di perantauan.

Terkait transparansi, semua perjalanan dalam upaya menjalankan tugas telah diatur dalam ketentuan perjalanan dinas. Pemerintah Kabupaten Magetan menyadari, di tengah program efisiensi saat gejolak ekonomi global terjadi, kegiatan ini akan menjadi kegiatan yang tidak populis dan menimbulkan isu negatif dalam ruang publik.

Efesiensi perjalanan dinas bukan berarti meniadakan sama sekali Perjalanan Dinas, namun lebih selektif dengan pertimbangan terkait urgensi, efektifitas, dan rasionalitas kegiatan. Pemerintah menyakini kegiatan akan mempunyai kontribusi pembangunan Magetan ke depan karena akan dilaksanakan diskusi dan pemaparan langsung terkait kendala pembangunan infrastruktur di Magetan di hadapan Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Sehingga kehadiran para pemangku kepentingan

daerah diperlukan pada kegiatan yang juga akan dihadiri para pemangku kepentingan di tingkat nasional yang kebetulan berasal dari Wilayah Pawitandirogo. Selain itu, kehadiran kita juga sebagai bentuk menghargai dan menghormati pihak-pihak yang telah menyiapkan kegiatan ini jauh-jauh hari.

3. Anggaran Kebencanaan

Pemerintah Kabupaten Magetan menyadari sepenuhnya bahwa bencana tidak bisa dihindari namun bisa diminimalisir dan dimitigasi termasuk antisipasi kerugian sebagai dampak dari bencana, sehingga pemerintah telah menyiapkan Dana Bantuan Tak Terduga sesuai dengan proyeksi dan mitigasi yang telah dilakukan. Anggaran BTT telah disiapkan setiap tahun dalam anggaran tahun berjalan, harapan kita dana tidak terpakai sepenuhnya karena kita selalu berdoa semoga Magetan dijauhkan dari bencana.

4. Tiada yang lebih penting dari segala upaya prioritas pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah selain untuk memberikan keselamatan, kenyamanan dan keamanan.

Pemerintah ingin selalu hadir dalam setiap langkah kehidupan masyarakat, terus membersamai masyarakat di masa-masa sulit dan bahagia sebagai wujud dari pelayanan publik dengan semangat kita “Magetan Kumandang yen Kabeh Tumandang”Sekali lagi, pemerintah sangat menghargai sumbang saran pendapat dan kritik dari masyarakat yang mempunyai rasa kepedulian pada kemajuan Kabupaten Magetan, demikian juga halnya dengan keinginan sebagian warga kita yang ada di perantauan yang ingin bersilaturahmi, bertemu, berdiskusi, serta memberikan masukan secara Langsung dalam forum-forum yang mereka selenggarakan untuk kemajuan Magetan ke depan.

Baca Juga  493 Personel Gabungan Siaga Amankan Suroan di Magetan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *