Kejuaraan Paralayang Eksi Pertama di Puncak Gunung Blego Magetan

Saat Atlit mau mendarat

Beritatrends, Magetan – Puncak Gunung Blego di Desa Trosono, Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, berpotensi untuk dikembangkan menjadi desa wisata sehingga dapat meningkatkan perekonomian warga sekitar. Yakni sebagai destinasi wisata olahraga paralayang.

Lokasi Puncak Gunung Bukit Blego sangat cocok menjadi objek wisata paralayang. Potensi tersebut harus dikembangkan.

Awak media Beritatrends saat ingin menuju ke Puncak Gunung Blego oleh panitia penarik kascis masuk yang terletak di samping Kantor Desa Trosono di hadang tidak boleh masuk dengan alasan parkirnya tidak ada dan rombongan bapak Bupati belum naik katanya demikian, namun tidak putus asa untuk meliput kegiatan even kejuaraan Eksi pertama, awak media langsung mencari tempat pendaratan para atlit yang ingin mendarat.

Norman Atlit Paralayang yang sudah mendarat

Salah satu Atlit dari Jawa Barat Yuda mengatakan, Spotnya luar biasa, jadi banyak terjadi termal-termal sehingga penerbang bisa terbang lebih tinggi.

”Magetan mantap luar biasa tempat take off nya luar biasa, jalannya ke take off mobil bisa masuk, orangnya ramah-ramah,”ucap Yuda,

Ditambahkan Norman salah satu atlit dari Magetan menjelaskan, senang sekali alhamdulillah ini kejuaraan Eksi pertama di Magetan makanya kami bangga sekali ada atlit-atlit yang senior-senior datang kesini semuanya, hampir Se-Indonesia bahkan ada yang dari Australia, Vietnam dan USA.

“Semoga dengan adanya Paralayang ini bisa mendongkrak potensi Desa Wisata, meningkatkan nilai ekonomi dari ke empat Desa yakni Desa Bungkok, Trosono, Sayetan dan Ngunut,”ucap Norman.

Warga Setempat mentaksikan Pendaratan atlit Paralayang

Selanjutnya Altlit dari Lombok Sony mengatakan, sangat terkesan dengan lokasi Gunung Blego, asik disini tempat terbangnya bagus, untuk eksi terbang terbang jauh bagus, cuman hari ini karena bluskay tak ada, jadi gak ada awan, kita untuk mengejar termernya kurang maksimal cuman sebagian ada yang lending di bukit.

Baca Juga  Kembang Rawe, Batik Kebanggaan Warga Desa Krowe

“Kota Magetan enak makananya enak-enak penonton masyarakatnya ramah ramah semua,”ucap Sony.

Rahmat asal DKI Jakarta menjelaskan, karena memang hobi jadi asik saja dan saya pikir ini saya baru pertama kali disini lokasinya cukup bagus untuk eksinya, eksi itu kita bisa terbang tinggi menikmati alam, Alhamdulillah dinikmati sambil berzikir jadi enak.

“Pesan untuk saudara-saudaraku yang ada di Magetan lokasi ini cukup baik adakan kompetisi-kompetisi eksi, sebaiknya di tata, jalan ke atas sudah bagus, penduduk juga ramah-ramah, saya pikir setiap tahun harus diselenggarakan kompotisi,”pungkas Rahmat.

Pos terkait