Beritatrends, Magetan – Festival Literasi Magetan 2026 resmi digelar dengan meriah dan sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung. Acara yang memadukan kreativitas seni, edukasi, dan sejarah ini mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai pihak, termasuk jajaran legislatif daerah.
Ketua DPRD Kabupaten Magetan, Hj. Riyin Nur Asiyah, S.Pd., M.M., yang hadir langsung dalam kegiatan tersebut mengaku sangat bangga dan kagum dengan konsep acara yang disajikan. Menurutnya, menghadirkan acara literasi skala besar di tengah keterbatasan ruang gerak anggaran daerah adalah sebuah pencapaian yang patut diacungi jempol.
“Sebenarnya kalau secara pribadi saya sangat senang sekali. Jika secara kelembagaan mewakili DPRD, apresiasi kami pasti luar biasa. Di saat kita sempat bingung mengenai pelaksanaan event literasi di Magetan, ternyata penyelenggara bisa membuat acara sekeren ini dengan tamu sebanyak ini, bahkan mampu melibatkan pihak pusat maupun provinsi. Ini hal yang sangat luar biasa,” ujar Hj. Riyin Nur Asiyah saat diwawancarai di sela-sela peninjauan stan festival.

Ia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Magetan yang telah jeli memanfaatkan peluang anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik/non-fisik pusat, mengingat APBD Kabupaten Magetan tengah mengalami efisiensi ketat.
“Semoga ke depan kegiatan ini tetap bisa terus dilaksanakan. Informasi yang saya terima, dananya ini bersumber dari DAK. Kita tahu sendiri dari pemerintah kabupaten kan sedang ada efisiensi anggaran, jadi tidak bisa mendanai penuh. Makanya, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada Ibu Kepala Dinas Arpus yang sudah mampu mengeksekusi kegiatan yang luar biasa ini. Semoga literasi di Kabupaten Magetan semakin kuat dan semakin hebat,” imbuhnya.
Saat berkeliling area festival, Ketua DPRD juga memuji banyaknya kreativitas para siswa serta ruang khusus yang mengangkat sejarah lokal Magetan. Ia menilai, literasi tidak boleh hanya sekadar membaca buku, tetapi juga menjadi sarana merawat ingatan sejarah bangsa.
“Banyak hal positif yang saya lihat di sini. Termasuk kreativitas anak-anak, para siswa, serta sejarah-sejarah yang diangkat di festival ini, semuanya luar biasa. Pesan saya untuk generasi muda, teruslah berkarya dan jangan lupa ingat sejarah lewat literasi,” tuturnya dengan penuh semangat.
Menanggapi fasilitas penunjang literasi di Magetan, khususnya terkait pemeliharaan gedung perpustakaan atau fasilitas terkait, Hj. Riyin mengakui bahwa pengelolaannya sudah dilakukan secara maksimal oleh dinas terkait. Namun, ia tidak menampik bahwa kebijakan efisiensi anggaran di tingkat daerah membawa dampak yang cukup signifikan pada sektor perawatan fisik bangunan.
“Sebenarnya untuk perawatan gedung, beliau-beliau di dinas ini sudah maksimal. Tapi ya tetap harus kita support lagi dalam banyak hal, karena efek efisiensi anggaran ini memang berimbas ke semuanya. Kami dari DPRD akan terus mendorong serta mencari solusi terbaik media agar gedung ini terus bisa menjadi wadah masyarakat untuk berkarya dan berbuat yang lebih baik lagi bagi Magetan. Terima kasih,” pungkasnya.
Festival Literasi Magetan 2026 ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah, pegiat literasi, dan masyarakat umum untuk terus menghidupkan budaya membaca dan menulis di Bumi Mageti.





