Lapor Pak Presiden! Diduga Jembatan Tj Rejo Sengaja Dirobohkan, Warga Minta Bupati Deli Serdang Copot Kades Tanjung Rejo dan Kadis PUPR

Diduga Jembatan Sengaja Dilewati Excavator Agar Roboh, Warga Minta Bupati Deli Serdang Copot Kadis PUPR dan Kades

Beritatrends, Deli Serdang – Kekesalan warga Desa Tanjung Rejo Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara dikabarkan semakin memuncak, Rabu (10 Agustus 2022) Pagi.

Pasalnya, hingga kini Pihak dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang belum juga selesai memperbaiki jembatan sementara yang roboh akibat dilalui oleh Excavator milik dinas PUPR yang diduga berbobot 18 Ton.

“Kami kecewa kenapa jembatan sementara yang ada di Desa ini tidak kunjung bisa di lewati roda 4, kalau pun bisa dilewati roda dua, kami sangat takut untuk melintas, karena kapan saja nyawa kami bisa melayang jika jatuh saat melintasi jembatatan darurat yang mereka pasang disana, kami “menduga” ini disengaja dilakukan oleh dinas PUPR,kami duga ini sengaja disuruh lewat, sudah tau jembatan itu batasnya 2 ton tapi kenapa terus dipaksa di lewati kan ahirnya roboh,” ujar RH warga setempat Rabu 10/8/2022 Siang kepada awak media.

Dikatakanya, bahwa Kades disini kami duga hanya berdiam diri saja, mungkin menunggu bantuan turun dari langit, hanya saja kami sangat apresiasi kepada Bapak Pangdam 1 Bukit Barisan Mayjen TNI Achmad Daniel Chardin, SE, M.Si langsung mengirimkan personilnya dari Yonzipur 1 DD untuk memperbaiki jembatan sementara yang runtuh akibat adanya alat berat yang melintas.Bapak Pangdam 1 BB yang tau bahwa jembatan kami roboh beliau langsung kirim personil.

“Kami sangat kecewa dengan Pihak Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang yang terkesan lambat dalam memperbaiki jembatan yang rusak akibat melintasnya alat berat mereka, kami minta agar Bapak Bupati Deli Serdang segera mencopot Kadis tersebut, Kades setempat juga harus di copot karena terkesan lambat dan diduga tidak perduli terhadap warganya dalam menangani runtuhnya jembatan tersebut, begitu juga Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang melempem,” Ujarnya

Lanjut warga, kami harap Bapak Kades bersedia mengundurkan diri dengan hormat jika hal tersebut tidak juga dapat diatasi. Kami tidak ingin memiliki seorang kades yang taunya cuma diam aja menunggu bantuan datang. Kami tau datang nya pun bantuan dari Kodam 1 Bukit Barisan karena ada nya permohonan permintaan bantuan, bantuan itu datang bukan Kades yang bermohon tapi ada seseorang yang tidak ingin di sebutkan namanya yang memohonkan hal tersebut ke Kodam 1 BB, hanya batang kelapa dan beberapa pekerja saja yang dikirim kan oleh Mereka dari Dinas PUPR untuk perbaikan namun hal tersebut tidak lah bisa membuat jembatan tersebut bisa diakses seperti semula, karena yang langsung terjun ke air adalah pasukan TNI dari Yonzipur 1 DD, sementara pekerja yang kami duga dari dinas PUPR hanya berada di atas jembatan.

“ Kita lihat saja, alat berat yang membuat jembatan ini roboh sampai sekarang tidak juga diperbaiki, kemaren alat berat itu rusak karena angkat kayu dan kayu itu jatuh menimpa excavator itu, namun hingga kini dinas PUPR tidak menggeser ataupun memperbaiki alat berat mereka, jelas itu menggangu proses perbaikan jembatan, karena baket alat berat mereka itu dekat ke arah jembatan yang sedang di perbaiki personil Yonzipur 1 DD dan Kodam 1 Bukit Barisan

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang, Jansu Sipahutar saat di konfirmasi pada Rabu 10 Agustus 2022 sore enggan memberikan tanggapan terkait hal permintaan warga agar dirinya dicopot dari jabatan tersebut.

Kades Desa Tanjung Rejo Selamat saat di konfirmasi pada Rabu 10 Agustus 2022 sore enggan memberikan tanggapan terkait hal permintaan warga agar dirinya dicopot dari jabatan tersebut.

Sebelumnya, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Deli Serdang, Jansu Sipahutar saat di konfirmasi pada Selasa 9 Agustus 2022 Pukul Pukul 14.11 menjelaskan bahwa, yang ambruk adalah jembatan penyeberangan darurat.

“Jembatan yang terbuat dari batang kelapa, karena dilalui alat berat jembatan tersebut ambruk, dan kami sudah upayakan perbaikan segera dengan mendatangkan batang kelapa, untuk sementara masyarakat menggunakan jembatan baru untuk penyeberangan.

Pos terkait