Magetan Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

  • Whatsapp

Beritatrends, Magetan – Personel gabungan mengikuti Apel Gelar Pasukan dan Peralatan dalam rangka Antisipasi Menghadapi Bencana Alam Tahun 2021 di Alun Alun Magetan, Senin (25/10/2021)

Apel gelar dipimpin Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawoto, SH. M, dihadiri Wakil Bupati Nanik Endang Rusminiarti, M.Pd, Kapolres Magetan AKBP Yakhob Silvana Delareskha, S.I.K., M.Si., Komandan Kodim (Dandim) 0804/Magetan Letkol Inf Ismulyono Tri Widodo. Sekda Ir. Hurgunadi MT., Komandan Secata atau yang mewakili, Komandan TNI AU atau yang mewakili, Kepala Kejaksaan Negeri atau yang mewakili, Kepala Pengadilan Negeri atau yang mewakil, Kepala Dinas Sosial Yayuk Sri Rahayu SE, Kasat Pol PP Rudi Harsono S.Sos, Kepala BPBD Ari Budi Santosa.

Pasukan gabungan terdiri dari personel Kodim 0804, Polres Magetan, Dishub, Satpol PP, BPBD, Damkar, Tagana, Relawan 24, Relawqan Ilhami. Sedangkan kesiapan sarana prasarana yang digelar diantaranya kendaraan patroli, mobil beserta Eksavator, mobil dapur umum, ambulan, truk tangki air BPBD, mobil Tagana, BPBD, BNPB, truk Satpol PP, Damkar, mobil penyuluh Satbinmas, perahu karet dan tenda lapangan dan alat bantu mengatasi bencana dan lain sebagainya.

Dalam apel tersebut, Bupati Magetan membacakan amanat Gubernur Jatim yang intinya ucapan terima kasih dan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh personel TNI Polri, BPBD, Nakes dan seluruh Stake Holder lainnya beserta masyarakat Jawa Timur yang bersama-sama telah mendedikasikan seluruh waktu, tenaga serta pikiran dalam rangka penanganan covid 19 di wilayah Jawa Timur sehingga saat ini kita sudah bisa melewati masa-masa kritis Pandemi Covid 19, namun demikian diharapkan kepada seluruh komponen masyarakat Jawa Timur tetap waspada dengan tetap patuh protokol kesehatan serta meningkatkan kegiatan vaksinasi.

Jawa Timur merupakan salah satu provinsi di Pulau Jawa yang sering dilanda bencana khususnya bencana alam Hidrometeorologi, hal ini disebabkan karena wilayah Jawa Timur berada pada dua aliran sungai besar yaitu Sungai Bengawan Solo dan Sungai Brantas, bahkan menurut data dari BPBD Jawa Timur mencatat sejak tanggal 1 Januari sampai 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir di wilayah jawa timur, sebelas diantaranya merupakan Banjir Bandang dan tiga kali terjadi Banjir Rob.

Bupati Magetan Suprawoto menyampaikan, pentingnya apel kesiapsiagaan agar seluruh personel siap siaga untuk mengantisipasi terjadinya bencana hidrometereologi. Bencana yang diakibatkan parameter meteorologi seperti curah hujan, kelembapan, temperatur, dan angin. Mulai dari banjir, angin puting beliung, longsor, abrasi, hingga gelombang pasang.

Di Magetan ada banjir, titik titik banjir itu di Kartoharjo utamanya di Ngelang sama Jajar, 2 desa itu yang perlu diwaspadai apalagi tadi dalam pidato ibu gubernur yang saya bacakan bahwa di pridiksi badai lamina ini akan menimbulkan intensitas hujan sampai 70%. Kita bisa membayangkan normal saja kaya gini kemungkinan peningkatannya sampai 70 persen. Oleh sebab hari ini digelar kewaspadaan penanggulangan bencana itu. Ini adalah dalam rangka antisipasi itu.

Kemudian yang ke 2 ada banjir di Kartoharjo, Samsat itu juga banjir. Tapi atas sudah di coba untuk buat sudetan. Tapi menurut prediksi itu hanya bisa menyelesaikan 20 persen. Pihaknya berupaya yang atas pemerintah mencoba membuat embung yang ada di Ringin Agung itu walaupun belum dalam, tapi tahun depan kalau ada anggaranya nanti di perdalam. Sehingga nanti tampungannya air bisa besar.

“Kemudian ada tanah longsor, yang ada potensi di Poncol, Plaosan dan Panekan. Semua sama Potensinya dalam penanggulangan bencana, 3 hal ini dalam rangka menghadapi musim hujan nanti, ada 3 potensi yang mungkin akan terjadi, mudah mudahan dengan berdoa jangan sampai terjadi. Oleh sebab itu manusia diwajibkan untuk berusaha,”pungkasnya.

Pos terkait