BeritaTrends, Singkawang – Suara kecewa kini terdengar lantang dari kalangan yang dulu berjuang bersama meluruskan langkahnya menuju kursi kepemimpinan. Bukan soal anggaran, bukan soal proyek melainkan soal janji yang diucapkan sebagai sahabat, sebagai tokoh besar, Selasa (6/10/2025)
Panglima Pangalangok Pajaji sekaligus Pimpinan Ormas Pantak Padagi Borneo se-Kalimantan, Agustinus Lucky, melontarkan kekecewaan yang tak bisa lagi ditahan. Ia menegaskan, yang ditagih bukan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebagai lembaga, melainkan sosok Drs. H. Ria Norsan, MM, MH secara pribadi.
“Beliau pernah berujar sebagai sahabat, sebagai pemimpin, dan sebagai tokoh besar. Mestinya pegang janji, penuhi apa yang sudah diucapkan minimal ada kabar, ada konfirmasi,” tegas Agustinus Lucky dari kedudukannya di Pajintan, Kota Singkawang, Senin (6/10/2026).
Ria Norsan dilantik sebagai Gubernur Kalimantan Barat pada Februari 2025 silam. Namun sejak duduk di singgasana, para pendukung yang dulu memuluskan jalannya seakan dilupakan. Jaringan Pantak Padagi Borneo membentang seantero Kalimantan bukan sekadar Singkawang atau Bengkayang dan mereka tidak meminta jabatan, melainkan komitmen moral.
“Selaku pejabat, mestinya tetap bisa menyapa mereka yang dulu berjuang bersama. Tapi yang terjadi justru seolah membuang jejak. Itu jadi stigma buruk bagi nama besar Norsan,” ungkapnya dengan nada tak lagi sekadar mengingatkan.
Agustinus memperingatkan hal yang tak boleh dianggap remeh. “Jangan sampai kami turun ramai-ramai ke Kantor Gubernur. Kami datang bukan untuk mengacaukan pemerintahan, tapi untuk bertemu sahabat kami yang dulu berjanji,” ucapnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun konfirmasi langsung dari Ria Norsan. Satu pertanyaan kini menggantung di udara. Apakah janji yang diucapkan sebelum naik panggung, sudah ikut ditinggalkan di bawah panggung?





