Pejabat Pemerintah Magetan Melupakan Siswa SLB Insan Istimewa Cepoko : Kami Juga Butuh Makanan Bergizi Seperti Sekolah Lain !

Siswa SLB Insan Istimewa Cepoko

BeritaTrends, Magetan – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subiyanto sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan dan nutrisi anak-anak sekolah di seluruh Indonesia telah berjalan kurang lebih satu tahun. Namun, hingga tahun berganti dan memasuki awal 2026, siswa-siswa Sekolah Luar Biasa (SLB) Insan Istimewa Cepoko yang berada di Kecamatan Panekan Magetan belum pernah merasakan manfaat dari program yang dinantikan tersebut. Kondisi ini menjadi sorotan tajam bagi para pejabat pemerintah daerah, yang dinilai kurang memperhatikan hak-hak siswa dengan kebutuhan khusus, Rabu (28/1/2026)

Padahal jika dilihat dari lokasi geografis, SLB Insan Istimewa Cepoko berdempetan langsung dengan Kecamatan Magetan Kota, wilayah yang seharusnya menjadi prioritas dalam penyebaran program pemerintah. Data yang dihimpun menunjukkan bahwa di Kecamatan Kota Magetan saja telah ada 9 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis, sementara di Kecamatan Panekan sendiri telah ada 2 SPPG yang mendapatkan alokasi makanan bergizi.

Hal ini membuat banyak pihak bertanya-tanya : mengapa sekolah yang berstatus SLB ini justru terlewatkan? Apakah karena SLB Insan Istimewa merupakan sekolah swasta, ataukah ada faktor diskriminatif yang membuat para siswa berkebutuhan khusus ini dikesampingkan?

Saat awak media mengunjungi kompleks sekolah pada hari Selasa pagi, suasana yang ditemui cukup menyakitkan hati. Siswa-siswa yang sedang beristirahat di halaman sekolah terlihat dengan kondisi fisik yang tidak terlalu prima, sebagian di antaranya mengaku hanya membawa bekal sederhana dari rumah karena tidak ada fasilitas makan di sekolah. Saat ditanya terkait program MBG, salah satu siswa kelas 10 bernama Aditya Dwi Prasetya dengan suara terbata-bata namun penuh emosi menyampaikan keluhannya.

Baca Juga  Ketiga Kalinya Pasangan HEBAT Gelar Mujahadah Bersama

“Benar bapak… kami belum pernah mendapatkan MBG sama sekali semenjak programnya mulai berjalan. Sudah setahun lebih kan? Kami sering melihat teman-teman di sekolah lain makan makanan bergizi yang diberikan pemerintah, tapi kami cuma bisa melihat saja. Apa karena kami ini siswa yang terbelakangan mental sehingga pemerintah memilah-milah siapa yang berhak dapat MBG tersebut?,” ucap Aditya sambil menahan air mata, mata nya berkaca-kaca karena harapan yang terus terpendam.

Temannya sekelas, Ummalah, tidak bisa menahan emosinya dan mengeluarkan nada protes yang jelas terdengar. “Pak, tolong bantu kami ya… apa siswa kayak kami tidak pantas mendapatkan MBG? Padahal kami juga warga masyarakat Indonesia, kami juga anak bangsa yang sama-sama butuh nutrisi untuk bisa belajar dengan baik. Seharusnya kami juga dapat hak yang sama seperti mereka yang sekolah di tempat lain.

“Bapak Presiden Prabowo, Ibu Gubernur Jawa Timur, Ibu Bupati Magetan, Bapak Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi maupun Kabupaten, Bapak Camat Panekan – mbok yoo dong… sekolahan kami tolong diusulkan bisa dapat MBG seperti sekolahan lainnya! Kami juga ingin merasakan makanan bergizi yang diberikan negara,” pungkas Ummalah dengan suara sedikit bergetar, sementara beberapa temannya yang ada di sekitar juga mengangguk-angguk menyetujui.

Diketahui bahwa SLB Insan Istimewa Cepoko memiliki jumlah siswa yang tidak terlalu banyak, yaitu hanya 43 orang yang terbagi dalam berbagai jenjang kelas, serta didukung oleh 9 orang pendidik dan tenaga kependidikan yang berdedikasi. Dengan jumlah yang tidak besar ini, seharusnya alokasi MBG untuk sekolah ini tidak akan memberatkan anggaran pemerintah daerah. Namun, faktanya justru sebaliknya, sekolah ini seolah tidak ada dalam catatan maupun prioritas para pejabat yang bertugas.

Baca Juga  Pembangunan Masjid Bir Ali dan Tempat Manasik Haji Dibatalkan Setelah Mediasi

Yang lebih mencengangkan adalah, Kecamatan Panekan bukanlah wilayah yang kurang diperhatikan dalam dunia politik daerah. Di wilayah ini terdapat Ketua DPRD Kabupaten Magetan beserta sejumlah anggota DPRD dari hampir semua partai politik yang ada di daerah. Namun, mereka seolah lengah dan tidak menyadari bahwa ada sekelompok siswa berkebutuhan khusus yang terlupakan dalam program penting seperti MBG. Banyak elemen masyarakat yang bertanya-tanya : apakah karena nama sekolahnya “SLB Insan Istimewa” membuat mereka tidak dianggap lagi sebagai bagian dari masyarakat yang membutuhkan perhatian pemerintah?

Kritik juga menyasar kepada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan yang dinilai kurang melakukan pemetaan menyeluruh terhadap semua satuan pendidikan di wilayahnya. Seharusnya sekolah-sekolah dengan kategori khusus seperti SLB menjadi prioritas utama dalam penerimaan program pemerintah, mengingat siswa-siswanya memiliki kebutuhan nutrisi yang tidak kalah penting bahkan mungkin lebih dibutuhkan dibandingkan siswa pada umumnya.

Hingga artikel ini diterbitkan, awak media telah berusaha menghubungi beberapa pejabat terkait, mulai dari Camat Panekan, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan, hingga staf khusus Bupati Magetan. Namun, hingga saat ini belum ada tanggapan resmi yang diterima. Masyarakat khususnya orang tua siswa SLB Insan Istimewa Cepoko berharap bahwa kritik yang disampaikan ini dapat menyadarkan para pejabat pemerintah Magetan untuk segera mengambil tindakan konkret, yaitu mendaftarkan dan mengalokasikan program MBG untuk sekolah ini tanpa perlu menunggu waktu yang lebih lama lagi.

“Kami tidak menginginkan janji-janji kosong. Kami hanya ingin hak yang seharusnya kami dapatkan sebagai warga negara Indonesia yang sama. Anak-anak kami juga berhak mendapatkan nutrisi yang baik agar bisa tumbuh kembang dengan optimal dan belajar dengan lebih baik,” ujar salah satu orang tua siswa yang enggan menyebutkan namanya, saat ditemui di luar sekolah.

Baca Juga  TPS Unik di Desa Turi, Magetan Bertemakan Konsep Jawa

Semoga kritik ini tidak hanya menjadi omongan belaka, melainkan dapat menjadi pemicu perubahan yang nyata bagi siswa-siswa SLB Insan Istimewa Cepoko Panekan Magetan. Mereka juga layak mendapatkan kasih sayang serta perhatian dari negara yang sama seperti anak-anak Indonesia lainnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *