Pemdes Tumpak Oyot Gelar Musyawarah Desa Bahas Rembuk Stunting Tahun 2026

Beritatrends.co.id, Blitar – Pemerintah Desa (Pemdes) ,Tumpak Oyot Kecamatan Bakung Kabupaten Blitar Provinsi Jawa Timur melaksanakan musyawarah desa dalam rangka rembuk stunting dan penanganan ODGJ (orang dengan gangguan Jiwa)Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Balai Desa Tumpak Oyot pada awal tahun 2026.

Musyawarah ini digelar sebagai bagian dari upaya pemerintah desa bersama masyarakat dalam membahas langkah-langkah pencegahan dan penurunan stunting di tingkat desa. Forum tersebut juga menjadi wadah untuk menyusun rencana kegiatan serta menentukan langkah intervensi yang diperlukan sesuai dengan kondisi masyarakat.

Kegiatan dihadiri Kepala desa Supriono jajaran perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), pendamping lokal desa, kader Posyandu, bidan desa, serta masyarakat setempat.

Dalam musyawarah tersebut, akhirnya di sepakati bersama dan menjadi keputusan rapat,yaitu tambahan Gizi bagi Balita stunting 5 anak dari berbagai posyandu.

Pemberian tambahan gizi untuk Balita stunting yaitu berupa 2 kg telur mentah yang di berikan 2 x per anak ,yang di berikan pada tanggal 10 dan tanggal 25 setiap bulan nya.

Pemberian makanan tambahan bagi balita stunting ini di lakukan oleh pemerintah desa Tumpakoyot oleh Kader pemberdayaan Manusia (Hina Nurjanah) dengan menggunakan anggaran Dana Desa.

Selain penanganan stunting Pemerintah Desa Tumpakoyot juga menggunakan anggaran dana desa juga untuk penanganan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) ODGJ, yang kebetulan di Desa Tumpakoyot ada 7 orang penerima.

Pemberian makanan tambahan berupa beras 5 kg ,setiap penerima di berikan 2 bulan sekali,yaitu dalam satu tahun sebanyak 6 kali .

Pemberian berupa beras 5 kg ini di laksanakan oleh kader jiwa Tumpakoyot (Purwanto).

Kepala desa Tumpakoyot Supriono menyampaikan kepada masyarakat nya untuk tetap semangat dalam menghadapi musim kemarau dan meminta untuk tetap sabar karena pemerintah desa akan tetap berusaha membantu meskipun dengan keterbatasan anggaran yang ada .

Baca Juga  Babinsa Ponorogo Turun ke Selokan Bantu Warga Pembersihan Saluran Air  

“Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat sedikit meringankan kan beban keluarga yang menerima dan akan berkelanjutan “

Supriono juga berharap pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, keluarga, dan masyarakat dinilai penting dalam memastikan program pencegahan stunting dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *