Sosialisasi Pencegahan Rokok Ilegal, Peraturan Perundang-Undangan Bidang Cukai dan Kirab Tumpeng Sedekah Bumi di Magetan

Bupati Suprawoto saat memusnahkan rokok ilegal 

Beritatrends, Madiun – Satuan Polisi Pamong Praja dan Damkar Kabupaten Magetan mengadakan Sosialisasi Pencegahan Rokok Ilegal, Peraturan Perundang-Undangan Bidang Cukai dan Kirab Tumpeng Sedekah Bumi di Lapangan Abdi Praja Keluraha Alastuwo Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Sabtu (27/8/2022).

Sosialisasi yang diikuti warga seluruh Kecamatan Poncol puluhan itu menghadirkan narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean (TMP) C Madiun, materi sosialisasi yang anggarannya bersumber dari DBHCHT 2022 itu berisi terkait peredaran rokok ilegal.

Dari sosialisasi itu, diharapkan para masyarakat menyadari dan memahami dan ikut memberikan konstribusi untuk tidak terjadi beredarnya rokok ilegal di wilayah kabupaten Magetan.

Rokok itu sebuah ekosistem ketika cukai dipenuhi dan dibayar maka uang masuk kas negara. Dari kas negara itu akan dibelanjakan lagi ke masyarakat dalam bentuk pembangunan, jaminan kesehatan nasional dan sebagainya.

Apabila rokok itu ternyata tidak dipenuhi cukainya atau rokok ilegal maka ada sebagian uang yang harus masuk kas negara itu menjadi hilang. Sehingga akan mengganggu perekonomian negara dan pembangunan tidak jalan hingga jaminan kesrhatan tidak jalan.

Rokok ilegal itu dapat dibedakan dalam satu rumus dua P dan dua B. P pertama polos, P kedua palsu. Sementara B pertama bekas dan B kedua berbeda. Jadi rokok ilegal itu rumus 2p dan 2b. Polos, palsu, bekas dan berbeda.

Bupati Magetan Dr. Drs. H. Suprawot, SH. M. Si saat diwawancarai mengatakan, jadi begini biasanya kita sosialisasi rokok ilegal itu kan dikumpulkan di Balai Desa, di Kecamatan, saya menginginkan lebih berbeda bahwa di era pandemi kayak begini setelah dua tahun kita terbelengguh harus ada upaya untuk pemulihan ekonomi.

“Bagaimana sih kegiatannya, dengan even seperti ini justru efeknya lebih luas, masyarakat lebih tahu, biayanya sama tapi, efek yang ditimbulkan kebih besar kayak begini, ekonominya untuk masyarakat, kemudian gerak inilah yang kemudian kita harapkan sehingga uang yang kita keluarkan ini dampaknya tidak hanya pada ini, tapi ekonomi masyarakat jalan itu sederhana sebetulnya, konsepnya jadi alhamdulillah, model-model yang kita lakukan ini nampaknya mulai direplikasi dengan Kabupaten lain,”pungkas Suprawoto.

Pos terkait