72,8 Hektare Tanaman Padi di Magetan Terendam Banjir

Beritatrends, Magetan – Desa/Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, tenggelam dalam keprihatinan setelah luapan air dari Sungai Ulo merendam puluhan hektare tanaman padi yang siap panen. Intensitas hujan tinggi sejak Selasa (5/2/2024) menjadi pemicu kejadian ini.

“Tanaman padi ini tinggal menunggu panen. Kalau sudah banyak yang terendam bisa terancam gagal panen,” ungkap Amad (58), seorang petani setempat, pada Rabu (6/3/2024).

Desa Jajar dan Desa Ngelang juga terkena dampak luapan air, membanjiri sebagian besar lahan persawahan dan menggenangi jalan sekitar. Amad berharap air segera surut dan sebagian tanaman padi dapat diselamatkan.

Kapolsek Kartoharjo, AKP Eko Supriyanto, menyatakan bahwa anggota polisi telah disiagakan di Desa Jajar untuk membantu warga. “Kami membantu membersihkan sampah yang menyumbat aliran sungai dan menyeberangkan anak-anak sekolah yang terhambat banjir,” ungkapnya.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Magetan, Eka Wahyudi, mengonfirmasi kesiapannya menyediakan lokasi evakuasi jika diperlukan. Berdasarkan laporan kecamatan, sekitar 72,8 hektare lahan persawahan dengan tanaman padi jelang panen terendam air.

“Luapan Sungai Ulo disebabkan oleh kombinasi hujan lebat dan tingginya air Bengawan Solo. Harapannya, jika hujan tidak turun lagi hari ini, air luapan dapat segera surut. Kerusakan tanaman padi masih dalam kajian, namun jika air tidak surut, panen padi bisa terancam gagal,” tandasnya.

Lahan pertanian yang terdampak melibatkan dukuh Jajar (55,3 hektare), Dukuh Lemi (12,5 hektare), dan Dukuh Pengkol (5 hektare). Genangan air setinggi 35-50 cm sudah mulai surut sore ini, namun kondisi sungai kali Ulo masih meluap hampir ke pemukiman dengan debit air yang cukup deras, dan area makam Dukuh Jajar tenggelam.

Baca Juga  Bantuan Logistik Disalurkan Bagi Korban Banjir di Magetan

Pos terkait