Bakesbangpol Sosialisasi Waspadai Radikalisme dan Narkoba di Pasar Sayur Magetan

 Sosialisasi dan Aksi Simpati Mewaspadai Ancaman dan Bahaya Radikalisme, Intoleran dan Narkoba
Beritatrends, Magetan – Sosialisasi dan aksi simpati mewaspadai ancaman dan bahaya radikalisme, intoleran dan narkoba, digelar oleh Bakesbangpol Magetan di Pasar Sayur Magetan, Kamis (23/12/2021).
Kegiatan tersebut turut di hadiri oleh tokoh pemuda, ormas dan asosiasi di Magetan, serta tokoh masyarakat.
Ini merupakan rangkaian dari program Bakesbangpol yang sebelumnya telah melakukan sosialisasi dan sarasehan pada tingkat organisasi masyarakat, LSM, kepada anak sekolah, juga lembaga-lembaga sosial, kepada perangkat desa dan kepala desa di wilayah kabupaten Magetan.
Drs. Chanif Tri Wahyudi, kepala Kesbangpol Magetan mengatakan, Idiologi yang berkembang saat ini akan terus berkembang dan saling mempengaruhi antara satu idiologi dengan ideologi yang lain. biasanya ideologi radikal akan berkembang secara subur dan cepat membesar di daerah-daerah dimana masyarakatnya merasa terpinggirkan.
“Radikalisme tidak hanya identik dengan agama tertentu saja (dalam konteks indonesia sering dikaitkan dengan islam), tapi bisa terdapat dalam agama apa pun selama bertentangan dengan ideologi negara,” ucapnya.
Oleh karena itu perlunya upaya mencegah penyebaran radikalisme di lingkungan bermasyarakat.
Paham radikalisme ini dapat dicirikan dengan sikap fanatik, intoleran dan revolusioner. era kebebasan media (terutama medsos) turut serta dalam media penyebaran benih paham-paham tersebut.
Perlunya sebuah bimbingan dan pembinaan dari pihak keluarga secara kontinyu dalam toleransi agama secara baik dan benar dan yang terpenting juga adalah memberikan pemahaman tentang pancasila dalam bermasyarakat.
Masih kata drs. Chanif Tri Wahyudi, terorisme masih menjadi ancaman yang serius bagi indonesia. biasanya dalam menyebarkan paham terorisme, kelompok radikal banyak menyasar pada generasi muda serta masyarakat.
“Terorisme modern menyasar pada propaganda virtual dengan bantuan media untuk melipat gandakan teror dan pelaku teror di suatu negara bahkan indonesia,” jelasnya.
Aktivitas masyarakat usia produktif sekarang yang gemar berselancar di media sosial menjadi alasan bahwa mereka mudah terpapar oleh ideologi kekerasan dan terorisme. mereka cenderung beraksi dengan skala kecil dan acak, disinilah bahayanya serangan bisa terjadi dimana saja dan kapan saja.
Oleh karena itu untuk mencegah agar masyarakat tidak mudah terpapar ideologi kekerasan dan terorisme maka harus berhati-hati dalam menerima segala informasi. dan yang terpenting yakni berfikir kritis saat situasi banjir akan informasi di media sosial.
Selain itu, penyalahgunaan bahan-bahan seperti narkotika-psikotropika juga telah menjadi permasalahan global yang mengancam kehidupan masyarakat. kekhawatiran ini menjadikan masalah penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya.
“Semoga hasil kegiatan ini bermanfaat bagi kita dan masyarakat serta untuk dikembangkan lebih lanjut dilingkungannya masing – masing,” tutup Kepala Kesbangpol Magetan.
Sementara, Sekretaris 1 KNPI Kabupaten Magetan Tsabbit kolby ala diinika.yang juga turut hadir pada kegiatan tersebut menuturkan, bahwa Kabupaten Magetan memang sangat membutuhkan kaum pemuda dalam hal menangani dan menyebarluaskan sosialisasi tentang anti terorisme dan radikalisme di Kabupaten Magetan.
“Ini sudah menjadi tupoksi dari keanggotaan KNPI untuk mengawal terkait program dari Bakesbangpol Magetan yang sangat baik dalam rangka anti radikalisme dan terorisme di Kabupaten Magetan.” ucapnya.
Ia menyebutkan, program dari KNPI sendiri sudah melakukan sosialisasi ke 17 dari 41 OKP terkait anti radikalisme dan terorisme di wilayahnya, dan untuk kedepannya akan dilanjutkan terus untuk menyebarluaskan program tersebut.
“Semoga kedepan Kabupaten Magetan bisa aman, sehat pemikiran pemuda-pemudinya agar nanti kedepan bisa berkreasi, berinovasi, semakin maju lagi kedepannya,” tegasnya.

Pos terkait