BGN: Mitra Kurang 15, SPPG Bisa Disuspend

Beritatrends,Magetan – Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan dua instruksi penting kepada seluruh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan. Instruksi tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Kepala Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi BGN, Nanik Sudaryati Deyang, saat kunjungan kerja di Magetan, Senin (1/6/2026).

Poin pertama yang menjadi perhatian adalah pembelian telur untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN meminta pengelola SPPG memprioritaskan pembelian telur dari koperasi peternak lokal sebagai bentuk dukungan terhadap peternak yang tengah menghadapi penurunan harga jual.

“Tolong beli telur ke koperasi peternaknya. Lakukan dulu tiga atau empat kali,” ujar Nanik Sudaryati.

Menurut dia, kebijakan tersebut merupakan bentuk intervensi pemerintah untuk membantu menjaga stabilitas harga telur di tingkat peternak. BGN juga memberikan ruang bagi SPPG untuk membeli bahan baku secara langsung dari koperasi peternak maupun kelompok tani.

Langkah itu diharapkan mampu meningkatkan serapan hasil produksi peternak dan petani lokal sekaligus memperkuat rantai pasok bahan baku untuk program MBG.

Selain persoalan pengadaan bahan pangan, BGN juga menyoroti kepatuhan SPPG terhadap standar operasional yang telah ditetapkan.

Nanik mengingatkan seluruh pengelola SPPG agar memenuhi ketentuan terkait sarana Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta jumlah minimal mitra yang bekerja sama.

Ia menegaskan, SPPG yang tidak memenuhi standar berpotensi dikenakan penangguhan operasional sementara hingga seluruh persyaratan dipenuhi.

“Jika ada SPPG yang mitranya kurang dari 15, kami siap melakukan penangguhan sementara. Kepala SPPG harus memenuhi standar tersebut,” tegasnya.

Instruksi tersebut menjadi perhatian mengingat saat ini sejumlah SPPG di Magetan masih dalam proses pembenahan sarana pendukung dan pemenuhan ketentuan operasional.

Menanggapi arahan dari BGN, Satgas Pangan menyatakan siap mendampingi dan mendorong pengelola SPPG untuk segera melakukan perbaikan. Upaya itu dilakukan agar seluruh standar operasional dapat dipenuhi dan pelayanan Program Makan Bergizi Gratis di Magetan kembali berjalan optimal.

Baca Juga  Akibat Curah Hujan Yang Tinggi,Tebing Longsor di Pulung Ponorogo

Dengan adanya kebijakan pembelian telur dari koperasi peternak serta penegakan standar operasional SPPG, pemerintah berharap program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi bagi peternak dan petani lokal di Magetan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *