Dinas TPHPKP Magetan Upayakan Produksi Padi dan Pengembangan Jeruk Pamelo

DTPHPKP Magetan Tingkatkan Produksi Padi dan Jeruk Pamelo

 

Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Ir. Uswatul Chasanah, MMA.

Beritatrends, Magetan – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Magetan memiliki program untuk meningkatkan produksi padi dan pengembangan jeruk pamelo Magetan di tahun 2022.

Peningkatan tingkat produksi padi bisa dilakukan dengan cara panca usaha gabah, dengan cara mengintensifkan padi, dilakukan dengan penangulanngan kepada UPT.

“Dengan upaya produksi padi tetap bagus, dengan benihnya unggul, juga didampingi dengan penanggulangan penyakit padi,” ungkap Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan, Ir. Uswatul Chasanah, MMA, Kamis (21/4/2022).

Ia menjelaskan dengan pengelolaan pasca panen padi, juga diberikan bantuan berupa mesin pertanian.”Sehingga kekurangan hasil saat panen bisa berkurang,” jelasnya.

Selain padi pihaknya juga mengatakan juga mengembangkan dan merawat prodi pertanian khas magetan yaitu jeruk pamelo. Yang mana di waktu tertentu bisa mengalami penurunan dikarenakan kekeringan.

“pengembangan jeruk Pameko juga merupakan fokus kami dalam merawat, Dengan membuat sumur dalam dan sumur luar untuk mencegah kekeringan,” kata Ir. Uswatul Chasanah.

Selain dari perawatan, juga dari pemasaran juga penting yaitu upaya dari dinas pertanian dengan cara bekerjasama dengan APN asosiasi pamelo magetan.

“Dengan adanya upaya ini diharapkan bantuan akan masuk, seperti alat-alat pertanian agar bisa di gunakan secara berbagai kelompok pengembangan jeruk pamelo,” jelasnya.

Untuk pembuatan sumur dalam dan sumur luar dilakukan demi mencegah ketertinggalan pada tanaman jeruk pamelo.

“Masih di usulkan tahun ini untuk segera direalisasikan untuk alat bantuan jeruk pamelo,” ujarnya.

Ditambahkan oleh Kepala Dinas TPHPKP Magetan, Peningkatan produksi padi di banding dari tahun sebelumnya (2020) telah meningkat sebesar 2% di tahun 2021.

“Pengurangan subsidi bagi pupuk juga berpengaruh, diharapkan untuk tidak menjadi halangan besar bagi petani, Dengan cara mencari alternatif lain selain menggunakan pupuk organik bisa menggunakan yang lainya yang ada di sekitar agar bisa digunakan,” pungkasnya.

 

Pos terkait