Beritatrends,Ponorogo – Tumpukan sampah yang longsor ke sungai menghambat aliran air di sekitar Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Mrican. Kondisi tersebut terjadi tak jauh dari jembatan timur Balai Desa Mrican, Jumat (10/4/2026).
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ponorogo bergerak cepat. Sebanyak 25 personel diterjunkan untuk mengangkat sampah yang menumpuk di bawah jembatan.
Penanganan dinilai mendesak lantaran aliran sungai tersebut juga dimanfaatkan untuk mengairi area persawahan warga.
Plt Kepala DLH Ponorogo, Sapto Djatmiko Tjipto Rahardjo, menugaskan langsung Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) TPA Mrican, Abri Susilo, untuk turun ke lokasi.
“Sudah mendesak sehingga perlu segera ada penanganan. Aliran sungai yang sama juga untuk mengairi wilayah persawahan,” ujar Sapto.
Dari hasil penanganan sementara, tumpukan sampah didominasi material plastik. Sapto menyayangkan masih adanya kebiasaan masyarakat membuang sampah sembarangan ke sungai.
“Sampah plastik paling sulit terurai. Pemilahan sampah mestinya sudah dilakukan di setiap rumah tangga,” tegasnya.
DLH, lanjut Sapto, akan terus mendorong gerakan pengurangan sampah plastik di tingkat masyarakat. Upaya tersebut sejalan dengan fokus penanganan gunungan sampah di TPA Mrican yang kian mengkhawatirkan.
Menurutnya, longsoran sampah dari timbunan yang sudah menggunung berpotensi mencemari lingkungan sekitar. Karena itu, evaluasi akan dilakukan secara berkala.
“Setiap bulan akan kami evaluasi karena di TPA Mrican selalu terjadi longsoran sampah. Termasuk melakukan bersih-bersih aliran sungai yang mungkin terdampak,” pungkasnya.





