Beritatrends.co.id, Pontianak, 06 September 2026 – Akhirnya niat baik dikabulkan. Hujan yang sudah lama ditunggu turun setelah serangkaian doa adat dipanjatkan oleh para pemangku adat Dayak di berbagai titik di Kalbar.
“Akhirnya niat minta diturunkan hujan, terkabul,” ucap Panglima Pajaji setelah memanjatkan doa di Bukit Pajintan.
Menurut Panglima Pajaji, doa ini dipanjatkan kepada Jubata, Sang Pencipta yang mengendalikan bumi serta seluruh isinya, termasuk yang mengatur hujan dan kemarau.
“Kita minta kepada Jubata. Namun hutang itu harus dibayar, karena hutang kepada Jubata bukan main-main. Kita harus laksanakan ritual bayar adat. Kita yakin Jubata pasti menjawab doa umat-Nya,” tegasnya.
Ia juga menegaskan, yang memanjatkan doa meminta hujan bukan hanya dirinya saja. Namun untuk bayar niat adat yang wilayah singkawang di pusatkan di Bukit pajintan, di Karamat pantak padagi, ucap pajaji,
Ritual Serentak di Berbagai Titik
Terpantau di media sosial, ritual serupa juga dilaksanakan di Landak, Desa Salumang, tepatnya di Batu Abur. Hal ini disampaikan oleh akun Iwan Nyaro Nyantakng pada hari ini, Minggu, 06 September 2026.
Ada sejumlah kelompok masyarakat adat juga melakukan doa bersama meminta turun hujan di titik-titik keramat lainnya.
Di tempat terpisah, Fransiskus Asok mengatakan bahwa tokoh adat sesepuh Dayak Bakati, Yulius Atang atau Panglima Rakeh, juga melakukan ritual penting.
“Iya benar, ritualnya di saksikan Aju dan Kimin,” tutup Asok.
Ritual yang dilakukan berupa perendaman Batu Lentar/Petir, Batu Telur Naga, dan memohon kepada Naga Pusat Air agar menutup lubang pusat air.
7 Hari Kedepan: “Bayar Niat” di Bukit Sekamek
Setelah hujan turun, kewajiban adat harus segera ditunaikan.
“Dan setelah tujuh hari adat harus dibuat di Bukit Sekamek, Bengkayang,” ucap Yulius Atang.
Ia pun mengajak seluruh pihak untuk membantu.
“Saya mohon kepada Pemerintah Bengkayang, Singkawang, dan para pengusaha serta seluruh warga, membantu partisipasi untuk donasi untuk pelaksanaan bayar niat adat,” tutup Yulius Atang.
Ritual “bayar niat” ini merupakan bentuk syukur dan tanggung jawab masyarakat adat kepada Jubata atas terkabulnya doa. Tradisi ini masih sangat dijaga oleh masyarakat Dayak di Kalbar sebagai bentuk harmoni dengan alam.





