Beritatrends, Magetan – Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan paru dinilai masih rendah. Banyak pasien baru datang berobat ke fasilitas kesehatan saat kondisi penyakit sudah memasuki stadium lanjut atau parah.
Dokter Spesialis Paru RSUD dr. Sayidiman Magetan, dr. Achmad Syamsufandi Rozi, Sp.P, mengungkapkan bahwa mayoritas penderita gangguan paru-paru di wilayahnya didominasi oleh kelompok lanjut usia (lansia) berumur 65 tahun ke atas. Faktor utama kerentanan ini adalah penurunan drastis daya tahan tubuh secara alami.
“Sebagian besar penyakit paru memiliki peluang penanganan yang jauh lebih baik apabila terdeteksi sejak dini,” ujar dr. Rozi.
Menurut dr. Rozi, ada beberapa jenis penyakit pernapasan yang paling sering dikeluhkan oleh pasien, di antaranya:
Tuberkulosis (TB): Infeksi bakteri yang masih menjadi tantangan besar di Indonesia.Pneumonia: Infeksi akut yang memicu peradangan pada jaringan saluran napas kecil.PPOK & Kanker Paru: Kerusakan kronis yang berkaitan erat dengan paparan asap rokok dan zat karsinogen.Asma & Bronkitis: Gangguan pernapasan yang dipicu oleh alergi maupun infeksi.
Selain faktor usia, gaya hidup buruk dan lingkungan yang tercemar menjadi katalis utama rusaknya organ vital pemasok oksigen ini. Kebiasaan merokok—baik sebagai perokok aktif maupun pasif—serta paparan polusi udara, asap kendaraan, hingga debu kerja terus mengintai masyarakat.
“Rokok masih menjadi faktor risiko terbesar. Berhenti merokok adalah investasi terbaik untuk masa depan paru Anda,” tegasnya.
Untuk menekan risiko infeksi dan meningkatkan keberhasilan pengobatan, dr. Rozi membagikan langkah preventif yang wajib dilakukan masyarakat:
Deteksi Dini: Segera ke dokter jika ada keluhan untuk membedakan infeksi, alergi, atau keganasan.Gaya Hidup Sehat: Stop merokok, hindari asap rokok, rutin olahraga, dan jangan sering begadang.Proteksi Diri: Gunakan masker saat kualitas udara memburuk atau saat bekerja di lingkungan berdebu.Imunisasi & Kebersihan: Lengkapi imunisasi, jaga kebersihan lingkungan, serta terapkan etika batuk yang benar.





