Magetan Salah Satu Peningkatan Produksi Ternak Sapi Perah Jawa Timur

Petugas TNI dan Masyarakat sangat sadar dan memahami pentingnya konsumsi susu dengan berbagai macam jenis olahannya seperti keju dan mentega yang sering menjadi bahan utama beragam makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan meminimalisir potensi terinfeksi penyakit.

Beritatrends, Magetan – Peningkatan produksi ternak sapi perah Jawa Timur melalui peningkatan jumlah dan perbaikan mutu bibit sapi perah. Salah satu langkah yang dilakukan adalah meningkatkan jumlah dan mutu ternak sapi perah yang unggul dan bermutu tinggi, dengan pelaksanaan uji zuriat untuk memilih ternak bibit sapi perah.

Usaha peternakan sapi perah dapat ditingkatkan melalui penyedian bibit sapi perah dan jantan yang berkualitas. Harapannya, bisa mendorong peternak menghasilkan susu dengan kualitas yang lebih baik.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Timur Ir. Indiyah Aryani, MM. menjelaskan, masyarakat sangat sadar dan memahami pentingnya konsumsi susu dengan berbagai macam jenis olahannya seperti keju dan mentega yang sering menjadi bahan utama beragam makanan untuk meningkatkan imunitas tubuh dan meminimalisir potensi terinfeksi penyakit.

“Berdasarkan data statistik peternakan dan kesehatan hewan tahun 2019, populasi sapi perah nasional sebanyak 561.061 ekor dengan kebutuhan jumlah kebutuhan susu nasional tahun 2019 mencapai 4.332.880 ton. Sementara produksi Susu Segar Dalam Negeri (SSDN) sebanyak 996.442 ton atau hanya mampu memenuhi 22 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan Jawa Timur termasuk sebagai penopangnya, oleh karena itu kedepan Kabupaten Magetan dengan adanya Sengolagu ini bisa memproduksi Susu lebih banyak lagi,” papar Indiyah Aryani.

Dalam mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi oleh peternak rakyat dengan meningkatkan populasi sapi perah dan peningkatan mutu genetik sapi perah.
“Peningkatan populasi sapi perah ini dilakukan melalui program Sapi, Kerbau Komoditas Andalan Negeri. Selain itu, pemasukan bibit sapi perah untuk replacement induk juga dilakukan,”jelasnya.

Sedangkan dalam hal peningkatan mutu genetik, langkah yang diambil adalah melalui program uji zuriat sapi perah.

Indiyah Aryani menambahkan, uji zuriat merupakan pengujian untuk mengetahui potensi genetik produksi susu sapi calon pejantan melalui produksi susu anak betinanya (Daughter Cow/DC) dan dilakukan untuk menghasilkan bibit pejantan unggul yang cocok dengan kondisi agroklimat Jawa Timur.

“Besarnya potensi peningkatan mutu genetik sapi perah di masyarakat ini menjadi salah satu tujuan kegiatan uji zuriat sapi perah nasional. Dan kami berharap meningkatnya produksi susu di masyarakat akan mendorong peningkatan produksi secara nasional,”pungkas Indiyah Aryani.

Pos terkait