Magetan, beritatrends.co.id – Kantor Bersama Samsat Magetan langsung diserbu warga pada hari kedua pelaksanaan Program Pembebasan Pajak Daerah 2026. Antusiasme tinggi ini dipicu oleh kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menghapus berbagai denda administrasi kendaraan bermotor selama satu bulan penuh, mulai 1 hingga 31 Agustus 2026.
Dalam program “pemutihan” tahun ini, wajib pajak dimanjakan dengan sederet insentif menggiurkan. Mulai dari penghapusan sanksi administrasi Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan BBNKB, bebas PKB progresif, potongan tunggakan pokok PKB, hingga pembebasan denda SWDKLLJ tahun-tahun lalu. Kebijakan ini menjadi oase bagi pemilik kendaraan yang menunggak lama akibat beban denda yang menumpuk.
“Alhamdulillah, memasuki hari kedua ini warga yang datang sangat banyak. Ini bukti masyarakat merespons positif kesempatan emas dari Pemprov Jatim,” ujar UPT PPD Administrator Pelayanan PKB dan BBN-KB Samsat Magetan, Nurpodo, Senin (3/8/2026).
Meski peminat di kantor induk membeludak, Samsat Magetan mendeteksi adanya ketimpangan informasi. Banyak warga di area pedesaan dan perbatasan yang belum mengetahui program ini. Mengatasi hal tersebut, Nurpodo menegaskan pihaknya akan segera menggelar sosialisasi masif secara langsung.
“Kami akan menyisir kecamatan hingga wilayah perbatasan. Jangan sampai ada warga yang kehilangan hak keringanan ini hanya karena kuper (kurang perwawasan) informasi,” tuturnya.
Nurpodo mengingatkan bahwa pajak yang dibayarkan bukan sekadar gugur kewajiban, melainkan modal utama pembangunan infrastruktur, fasilitas kesehatan, dan pendidikan di Jawa Timur. Ia mengimbau warga Magetan segera mengurus kendaraan mereka tanpa menanti akhir bulan demi menghindari antrean yang mengular.
“Manfaatkan segera, jangan tunggu hari terakhir. Jika nanti ada opsi perpanjangan dari Pemprov Jatim, pasti akan langsung kami umumkan melalui kanal resmi,” pungkas Nurpodo.
Warga kini diimbau langsung merapat ke KB Samsat Magetan atau memanfaatkan layanan Samsat keliling terdekat untuk memulihkan status legalitas kendaraan mereka dengan biaya super hemat.





