SAMPAIKAN PEMAPARAN–Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat menyampaikan pemaparan dalam kegiatan pembinaan kepala sekolah dan penataan tata kelola pendidikan di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun, Jumat (16/1/2026).
Beritatrends, Madiun – Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengingatkan agar kepala sekolah dan guru memberikan pendidikan karakter agar pelaksanaan program lima hari sekolah lebih maksimal.
Hal tersebut disampaikan Bupati Madiun, Hari Wuryanto saat memberikan sambutan dalam acara pembinaan kepala sekolah dan penataan tata kelola pendidikan di Gedung Dwija Hayu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Madiun Jumat (16/1/2026).
“Kami ingin anak-anak tidak hanya pintar saja, tetapi juga harus berkarakter. Karena itu, kami menggandeng seluruh stakeholder yang ada, mulai dari Kementerian Agama hingga guru-guru Madin (Madrasah Diniyah), dan FKUB” kata Hari Wur.
Untuk mengoptimalkan program lima hari sekolah, Bupati dan Wakil Bupati Madiun memaparkan penguatan pendidikan karakter peserta didik. Tak hanya itu, orang nomer satu Pemkab Madiun juga menyampaikan program tata kelola pencegahan dan penanganan Anak Tidak Sekolah.
Menurut Hari Wur, untuk mengoptimalkan program lima hari sekolah, Pemkab Madiun berkomitmen memperkuat pembentukan karakter anak. Hal itu dilakukan agar tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki moral yang baik.
Untuk mensukseskan program tersebut, seluruh pemangku kepentingan dilibatkan, mulai dari Kementerian Agama, guru madrasah, lembaga lintas agama, hingga FKUB ( Forum kerukunan umat beragama).
Ia mengatakan agar pembentukan karakter pada anak berhasil, pemerintah merancang program khusus bagi peserta didik Muslim melalui Gerakan Ayo Mengaji. Sementara untuk peserta didik non-Muslim, di lakukan kolaborasi bersama Kementerian Agama sektor non-Muslim dan FKUB.
“Pembiasaan ini harus ditanamkan sejak dini sehingga menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari anak-anak. Program pembentukan karakter ini sudah mulai berjalan dan rencananya akan diterapkan secara masif pada semester berikutnya, ” tutur Hari Wur.
Ia menambahkan pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan data Dinas Pendidikan terkini, ada sekitar 3.000 anak yang tidak mengenyam pendidikan formal.
Dari jumlah tersebut, tim khusus telah berhasil mengembalikan 280 anak ke bangku sekolah melalui metode tracing (pelacakan) di lapangan.Untuk menuntaskan sisa target yang ada, pemerintah menginstruksikan seluruh kepala sekolah bersama semua pihak untuk bertanggung jawab menyisir wilayah masing-masing.
Bagi Hari Wur, seluruh kepala sekolah memiliki tanggung jawab untuk melakukan tracing di wilayahnya. Dengan demikian sisa 3.000 anak tersebut dapat segera kembali mendapatkan hak pendidikannya.





