Pandangan Umum Fraksi-Fraksi DPRD Magetan Fokus 3 Hal

Rapat Paripurna DPRD Magetan Tentang Pemandangan Umum Fraksi-fraksi 

Beritatrends, Magetan – Pemandangan Umum Fraksi-fraksi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Magetan Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (RPD) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kabupaten Magetan Tahun Anggaran (TA) 2022.

Pembahasan dan mencermati dari nota pengantar Raperda tentang PAPBD Kabupaten Magetan TA 2022. Perubahan APBD pada hakekatnya merupakan penyesuaian anggaran daerah terhadap perkembangan dan atau perubahan keadaan terkini. Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (PKD), mengamanatkan bahwa perubahan APBD dapat dilakukan jika terjadi perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi Kebijakan Umum Anggaran (KUA) APBD ditetapkan, perubahan ini harus didahului dengan perubahan RKPD dan KUA PPAS di tahun yang bersangkutan. Dari sisi tahapan pembangunan 5 tahunan (RPJMD) Kabupaten Magetan 2018-2023, KUPA dan RAPBD-P Tahun 2022 ini merupakan tahun tahapan akhir perencanaan dan penganggaran sesuai tahapan RPJMD.

Semakin landainya Covid -19 dan terkendalinya Pandemic ini pada semester pertama tahun 2022, ekonomi Kabupaten Magetan dapat tumbuh normal kembali diatas 5%, pengagguran turun dan demikian juga angka kemiskinan di proyeksi turun pada 9,51% dari capaian 2021 sebesar 10,66%, tentu hal ini sejalan dengan rilis terbaru BPS ekonomi nasional pada kuartal dua tahun 2022 ini tumbuh 5,44% dari 5,07% pada kuartal pertama tahun 2022.

Namun demikian dengan kenaikan harga BBM saat ini tentu akan berimplikasi pada naiknya harga-harga baik barang maupun jasa dengan demikian kenaikan harga BBM diprediksi akan menghambat target penurunan angka kemiskinan pada tahun 2022 maka, di rekomendasikan agar prioritas penanggulangan kemiskinan pada tahun 2022 masih ditekankan pada strategi pengurangan beban pengeluaran masyarakat dan peningkatan kemampuan dan pendapatan masyarakat miskin pada masa peralihan Pandemi ke Endemic Covid–19 dan meningkatnya inflasi daerah.

Dalam dokumen RAPBD Perubahan 2022 bahwa pendapatan daerah Magetan tahun 2022 diproyeksi sebesar Rp.1.814.326.403.509 (satu triliun delapan ratus empat milyard tiga ratus dua puluh enam juta empat ratus tiga ribu lima ratus sembilan rupiah) berkurang sebesar Rp.55.929.097.947,- (lima puluh lima milyard sembilan ratus dua puluh sembilan juta sembilan puluh tujuh ribu sembilan ratus empat puluh tujuh rupiah) dibanding pendapatan sebelum perubahan APBD 2022.

Sedangkan belanja daerah alokasinya direncanakan sebesar Rp.2.159.631.731.975 (dua triliun seratus lima puluh sembilan milyard enam ratus tiga puluh satu jutatujuh ratus tiga puluh satu ribu sembilan ratus tujuh puluh lima rupiah) juga berkurang sebesar Rp.319.348.361.413,- (tiga ratus sembilan belas milyard tiga ratus empat puluh delapan juta tiga ratus enam puluh satu ribu empat ratus tiga belas rupiah) dari belanja APBD sebelum perubahan.

Ketua DPRD Magetan Sujatno, SE. MM mengatakan, rapat paripurna agenda pandang umum fraksi fraksi terhadap rancangan peraturan daerah APBD Tahun 2022, tadi sudah disampaikan secara langsung oleh fraksi-fraksi yang ada yaitu 8 fraksi sudah membacakan masing-masing fraksi Partai Nasdem, fraksi Partai Amanat Bersatuan, fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, fraksi Partai Demokrat, fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, fraksi Partai Golongan Karya, fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya, fraksi Partai Keadilan Sejahtera.

Dari pandangan umum ini tentunya nanti kita tunggu jawaban Pak Bupati dalam paripurna jawaban Bupati atas pandang umum fraksi-fraksi di DPRD, berkaitan dengan rancangan peraturan daerah APBD Perubahan Tahun 2022, sebagai besar tadi kita sampaikan bahwa 3 fokus pandangan umum fraksi, yaitu selain pendapatan, pembelanjaan dan biaya, 3 fokus yaitu berkaitan dengan pengurangan angka kemiskinan, penurunan angka pengangguran, lalu pertumbuhan ekonomi.

Ini yang menjadi fokus dari teman-teman di fraksi berkaitan dengan pandang umum yang sudah di sampaikan, mudah-mudahan ini nanti bisa diakomodir, di jawab oleh Pak Bupati dalam rapat paripurna pandangan fraksi, karena semuanya untuk kesejahteraan rakyat, kedepannya seperti tadi yang kita sampaikan bahwa ditahun 2021 kemarin, tingkat pengangguran 10 persen, tentunya di tahun 2022 ini nanti bisa menurun.

“Lalu pertumbuhan ekonomi yang ini sudah mulai stabil sehingga pertumbuhan ekonomi yang kita harapkan nanti bisa di atas 5 persen, kemudian tingkat pengangguran bisa berkurang sehingga tentunya akan berdampak terhadap ekonomi masyarakat, berdampak terhadap kesejahteraan rakyat, sehingga rakyat Magetan kesejahteraannya bisa meningkat, jadi 3 fokus tadi ini yang menjadi perhatian kami di DPRD Kabupaten Magetan,”pungkas Sujatno.

Pos terkait