Road Sweeper Senilai Rp.1,1 Milyar DLH Magetan Nganggur

Road Sweeper senilai 1,1 Milyar mangkrak.

Beritatrends, Magetan – Awalnya mobil penyapu jalan atau Road Sweeper melaju pelan membersihkan sampah yang berserakan di sepanjang Jl. Basuki Rahmat Timur, Selatan, Barat dan Utara setelah dia adakan oleh Dinas Lingkungan Hidup Magetan beberapa tahun yang lalu.

Satu unit mobil penyapu jalan ini setara dengan 50 tenaga manusia dengan kecepatan menyapu 13 kilometer per jam, hasil maksimal setara dengan 50 tenaga manusia yang biasa menyapu.

Satu mobil penyapu jalan tersebut seharga Rp 1,1 milyar, digunakan untuk membantu tenaga kebersihan yang sudah ada.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Magetan Saif Muklisun saat diminta keterangan terkait pengadaan Road Sweeper melalai sambungan Telepon Selulernya mengatakan, jangan angkat Road Sweeper yang lainnya silahkan gak papa, media ini bilang ini bagus Pak ? di Jawab Saif Muklisun bagus apanya ? kalau sudah wawancara sama bapak pasti bagus jadinya, bagai mana Pak ? bisa ke temu untuk wawancaranya, akhirnya dijawab hubungi Eni saja.

Akhirnya media ini menemui Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3, Eni Purwati mengatakan, ini memang alat yang canggih jadi pengoperasiannya juga membutuhkan keterampilan khusus, kemarin kami sudah trail beberapa tenaga untuk mengoperasikan alat ini, tetapi untuk mengoperasikan ini tidak semudah yang ditentukan. Jadi memang untuk mengoperasikan untuk drivernya ada beberapa spekta untuk servis dan pemeliharaan.

“Sebenarnya alat ini efektif kalau misalnya ada ivent-ivent misalanya pada saat hari jadi atau apa yang melibatkan banyak orang. Kalau pakai alat ini memang praktis, kalau pada masa pandemi kegiatan ini, kegiatan itu kan tidak ada,” ucap Eni.

Road Sweeper tidak terlalu kelihatan efektivitasnya karena lebih banyak kelihatan kalau pada saat kegiatan keramaian. Tapi kami juga tidak terlalu mendiamkan alat tersebut karena alat ini juga nilainya lumayan, untuk tenaga operasinal yang terampil akhirnya kami akan melakukan training, jadi kita sudah menghubungi tenaga-tenaga yang akan mengoperasikan alat tersebut.

Memang teknologi itu tidak ditranfer penuh Pak, kami menyadari itu kemarin kita juga udah coba tenaganya itu seperti apa? kemarin juga ada driver yang mencoba.

“Alat teknologi ini memang harus betul-betul di set ulang supaya bisa secara optimal tapi memang lebih efektif, kalau tempatnya ada keramaian keramaian gitu, jadi memang masa-masa pandemi ini memang banyak hal yang tidak bisa kita lakukan secara optimal,” ucap Eni.

Terkait alat tersebut kita sudah mendatangkan pemeriksaan alatnya masih bagus dan tidak ada kerusakan yang banyak. Hanya pemeliharaan rutin semacam servis. Jadi untuk peralatan sebelumnya kita juga sudah minta pendor untuk masuk nanti pelatihan ulang ketenaga operasional

“Untuk Kedepannya kita udah pikir beberapa rencana jadi yang pelatihan itu tadi kemudian kita servis ulang untuk alat, kemudian setelah siap nanti kita operasionalkan untuk trail beberapa luas. Kemarin luasnya hanya sekitar alun-alun stadion. Kita nanti akan trail lagi kapasitas alatnya. Saat penyapu dari pagi, siang dan sore,” terangnya,

Kemarin juga sudah konsultasi terkait rute. Karena yang di kota itukan ada yang satu arah apakah diperbolehkan sekiranya kita untuk pelayanan ini untuk melawan arah. Misal satu arah kurang efektif biar mboten balik apakah itu diperbolehkan.

“Kelihatanya diperbolehkan akan dikaji lagi untuk berbenah, perencanaannya juga sudah melakukan tenaga kita tinggal dalam arti dari pihak sana kapan pelatihannya kembali, jadi itu bener-bener butuh SDM yang bisa memahami yang bisa di tombol-tombol,” pungkas Eni.

Pos terkait