Soal Pra-Muscab PKB Asahan, Syamsuddin Cs dianggap sebagai ‘Perampok dan Pembegal’ Partai Berlambang ‘Globe Nusantara’

Pengurus DPC PKB Asahan saat mendatangi lokasi Pra-muscab yang dilaksanakan oleh Syamsuddin Cs di aula Hotel Syafitri Minggu (15/01) lalu

Beritatrends, Asahan – Terkait pra-muscab PKB Asahan yang diadakan Syamsuddin Cs beberapa waktu lalu, DPC PKB Asahan dibawah komando Mashad Mahdi beserta para pengurus lainnya hingga ke tingkat anak cabang (DPAC) mengecam tindakan tersebut.

Mashad Mahdi yang dikonfirmasi wartawan mengatakan, pra-muscab yang dilakukan oleh Syamsuddin jelas mencederai semangat berpartai yang telah tertuang dalam UU partai politik, termasuk AD dan ART dari partai besutan Abdul Muhamimin Iskandar (AMI) atau Cak Imin tersebut.

Dikatakan pria yang akrab disapa ustaz Mahdi itu, dirinya bersama pengurus lainnya cukup menyayangkan dengan tindakan yang juga dianggap sebagai ‘kudeta’ atau ‘pendudukan/pengambilan paksa’.

Terlebih, katanya lagi, Syamsuddin tak lebih hanya sebagai simpatisan dari partai berlambang ‘globe nusantara’ bermotto ‘membela yang benar’ tersebut.

“Tindakan Syamsuddin cs tidak bisa kita tolerir, karena selain merusak citra partai, juga dapat menurunkan elektabilitas partai yang saat ini sedang mengalami trend positif di tiap-tiap daerah, termasuk di Kabupaten Asahan.

Selain itu, wakil ketua PKB Sumut bersama koor. pendamping desa bersama 1 orang lainnya yang katanya mewakili DPW Sumut kita anggap liar karena tidak memiliki kapasitas untuk itu”, kata Mahdi saat dihubungi wartawan, Senin (17/01) siang.

Senada dengan Ustaz Mahdi, Wakil Ketua DPC PKB Asahan, Hidayat Doris Sitorus saat ditemui langsung awak media ini di Kisaran, Selasa (18/01) siang, menyampaikan rasa kecewanya terhadap Syamsuddin cs yang telah ‘merampok dan membegal’ partai yang telah menerimanya sebagai bagian dari keluarga besar PKB.

“Syamsuddin bukan kader, dia hanya sebatas caleg yang kami jaring pada masa kontestasi pileg 2019 yang lalu. Kami juga tidak habis pikir mengapa beliau sampai setega ini, ‘merampok dan membegal’ partai yang menerimanya dikala ia tersisih dari partai lamanya”, sebut Dayat.

Ditambahkan Dayat, dirinya mengultimatum terhadap orang-orang yang mencoba-coba mengusik partai yang didirikan Presiden ke-4 RI Alm. K.H. Abdurahman Wahid alias Gusdur tersebut, agar segera mengurungkan niatnya.

“Kami adalah pengurus PKB Asahan yang sah, karena kami memiliki SK yang ditandatangani oleh Ketua Umum bersama Sekjend. Saat ini, Ketua PKB Asahan sedang berada di Jakarta untuk melaporkan permasalahan ini ke DPP PKB.

Selain itu, Samsyuddin sendiri sudah mengakui dirinya sebagai Ketua PKB Asahan. Dan itu jelas mengganggu dan dapat merusak citra”, pungkasnya.

Semetara itu, Syamsuddin Lubis saat dikonfirmasi via selluler menanggapi dingin, santai dan tenang terkait tudingan tersebut.

“Biasalah itu, namanya juga berpolitik. Sah-sah saja kubu Mahdi cs marah dan kecewa. Lagian pra-muscab kita sah kok, kan dihadiri oleh perwakilan DPW PKB Sumut, yakni Wakil ketua DPW bersama 2 lainnya”, katanya.

Terakhir syamsuddin mengatakan, akan tetap mengikuti segala prosedur yang ada, termasuk untuk memperjuangkan agar dirinya diberikan mandat untuk menakhodai PKB Asahan.

“Memang saat ini saya belum memiliki SK seperti yang disebutkan pengurus DPC PKB Asahan. Tapi bukan serta merta saya dan yang lainnya tidak boleh membesarkan partai ini”, tutupnya.

Pos terkait