Magetan, beritatrends.co.id – Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Magetan dikemas berbeda. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan mengalihkan tradisi pengiriman karangan bunga ucapan kemerdekaan menjadi bingkisan yang diberikan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Sebanyak 135 Bingkisan Kemerdekaan dibagikan kepada penyandang disabilitas, lansia, serta masyarakat kurang mampu. Penyerahan secara simbolis dilakukan di pelataran Pasar Baru Magetan, Minggu (16/8/2026).
Bupati Magetan Nanik Sumantri menyerahkan langsung bingkisan tersebut. Sebanyak delapan penyandang disabilitas menerima bingkisan secara simbolis dalam kegiatan yang digelar serentak di sejumlah wilayah Kabupaten Magetan.
Akbar Nusa Wardhana bersama ibunya, Sumarsini, menjadi penerima pertama. Penyandang disabilitas netra tersebut memang tidak dapat melihat isi bingkisan yang diterimanya. Namun, sang ibu membisikkan kepadanya bahwa banyak bantuan yang diberikan.
“Terima kasih kepada bupati atas kebaikan ini. Semoga Tuhan Yang Maha Esa yang membalasnya,” ujar Sumarsini.
Nanik mengatakan, Bingkisan Kemerdekaan merupakan bentuk kepedulian pemerintah agar kelompok marginal tetap dapat merasakan kemeriahan hari kemerdekaan.
“Tahun ini memang kita ada kegiatan Bingkisan Kemerdekaan, utamanya kita peruntukkan bagi difabel atau disabilitas. Tujuannya supaya difabel juga menikmati kemerdekaan kita,” katanya.
Menurut dia, program tersebut melibatkan OPD lintas sektor, Forkopimda, badan publik, dunia usaha, serta berbagai elemen masyarakat. Bingkisan itu sekaligus menjadi pengganti karangan bunga ucapan HUT ke-81 RI.
“Untuk ucapan kemerdekaan yang berupa karangan bunga itu kita wujudkan dengan Bingkisan Kemerdekaan yang dipergunakan untuk difabel atau disabilitas maupun orang-orang yang perlu kita bantu,” jelasnya.
Kebijakan tersebut tak hanya berorientasi pada manfaat sosial. Pemkab Magetan juga ingin mengurangi produksi sampah dari karangan bunga. Terlebih, persoalan pengelolaan sampah di Magetan saat ini membutuhkan perhatian dan keterlibatan berbagai pihak.
“Saya berharap dengan bingkisan kemerdekaan, mereka kelompok marjinal dan tidak mampu bisa ikut merayakan kemerdekaan dengan kegembiraan. Ada yang memperhatikan dan peduli terhadap mereka,” tutur Nanik.
Usai pembagian bingkisan, Nanik bersama Wakil Bupati, Sekda, dan jajaran OPD melanjutkan kegiatan dengan membagikan bendera Merah Putih kepada pedagang dan pengunjung Car Free Day (CFD) di kawasan Pasar Baru.
Sekitar 1.300 bendera dibagikan dalam kegiatan tersebut. Sementara secara keseluruhan, Pemkab Magetan menargetkan pembagian sekitar 3.000 bendera hingga tingkat kecamatan.
“Ini juga ada instruksi dari pusat. Kita memang harus mengadakan kegiatan pembagian bendera. Ini tadi yang kita bagikan 1.300 bendera, total bendera yang dibagikan ada sekitar 3 ribuan,” ungkap Nanik.
Antusiasme warga terlihat saat bendera dibagikan. Sejumlah pengunjung CFD bahkan mendekat untuk mendapatkan Sang Saka Merah Putih.
“Dipasang ya, Bu,” kata Nanik kepada salah seorang penjual minuman di CFD.
Salah seorang pengunjung, Maya, mengaku senang mendapat bendera tambahan.
“Wah, senang. Dapat bendera, bisa jadi serep kalau bendera yang sekarang nanti luntur,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan peringatan HUT ke-81 RI di Magetan akan dilanjutkan dengan upacara kemerdekaan dan Sarapan Kemerdekaan pada 17 Agustus 2026.
Pemkab Magetan berharap peringatan kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni. Semangat kemerdekaan juga diharapkan hadir dalam bentuk kepedulian dan kebersamaan, terutama bagi warga yang selama ini membutuhkan perhatian lebih.





