Tiga Tahun Kepemimpinan Kaji Mbing-Hari Wur, Ini Prestasi-Prestasinya

  • Whatsapp

Kaji Mbing-Hari Wur

Beritatrends, Madiun – Tiga tahun memimpin Kabupaten Madiun, banyak prestasi dan capaian yang ditorehkan Ahmad Dawami (Kaji Mbing) bersama wakilnya, Hari Wuryanto (Hari Wur).

Sejak dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun, 24 September 2018 lalu, Kaji Mbing-Hari Wur langsung tancap gas. Pasangan yang dikenal dengan sebutan “Berkah” saat pilkada tahun 2018 memiliki visi dan misi menjadikan Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak.

Untuk mensejahterakan rakyatnya, Bupati Kaji Mbing bersama Wakilnya Hari Wur memprioritaskan pembangunan mulai dari pinggiran seperti yang diterapkan Presiden Joko Widodo.

Tak tanggung-tanggung keduanya langsung mematok besaran alokasi dana desa (ADD) sebesar 20 persen dari APBD. Prosentase itu menjadi angka terbesar yang ditetapkan pemerintah daerah untuk besaran ADD di Indonesia.

“Presiden membangun dari pinggiran. Kami sama membangun dari desa. Saya ambil keputusan ADD tambah 20 persen. Perhitungan itu sangat panjang, segala lini saya hitung. Dengan kebijakan itu permasalahan yang desa harus selesai di desa,” kata Kaji Mbing, Jumat (24/8/2021).

Kaji Mbing menuturkan kebijakan penambahan 20 persen ADD untuk 198 desa terbukti banyak mewujudkan visi dan misinya saat dipilih masyarakat Kabupaten Madiun tiga tahun yang lalu.
Ia menyebut saat ini terlihat pemerataan infrastruktur di 198 desa dan 8 kelurahan. Tak hanya itu inovasi yang tumbuh di desa menjadikan makin berkembangnya jumlah UMKM dan pariwisata baru.

“Itu rata semua. Ada peningkatan. Maka saya ajak untuk apik bareng (baik bersama-sama). Maka untuk baik bersama harus menyelesaikan masalah dahulu karena semua harus satu persepsi dengan tujuan yang sama,” ungkap Kaji Mbing.

Menurut Kaji Mbing, melalui kucuran anggaran yang cukup banyak itu diharapkan pemerintah desa bisa mengelola anggaran itu dengan baik. Dengan demikian visi kemandirian yang diusungnya bisa terealisasi diseluruh desa di Kabupaten Madiun.

Kaji Mbing mengatakan kebijakan 20 persen APBD untuk ADD dapat menjadikan pemberdayaan jalan dan inovasi tumbuh dari berbagai desa, bisa melalui UMKM maupun wisata. Hanya saja, setiap desa memiliki permasalahannya masing-masing. Dengan demikian, pendekatan penyelesaiannya antara satu desa dengan desa yang lain bisa berbeda-beda.

“Kami arahkan supaya desa itu bisa menggali potensinya masing-masing. Untuk itu setiap desa harus memiliki tim untuk mewujudkan itu. Sehingga masalah yang dihadapi bisa selesai dan inovasi akan jalan,” tutur Kaji Mbing.

Pertanian menjadi salah satu sektor yang tidak terdampak dalam masa krisis, termasuk saat pandemi Covid-19. Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun akan menyeriusi dalam pengelolaan sektor pertanian.

Tumbuh Tiga Persen Di Masa Pandemi
Wabah Covid-19 yang terjadi hampir dua tahun membuat kontraksi ekonomi secara internasional, nasional maupun lokal di Kabupaten Madiun. Bahkan pada tahun pertama pandemi (2020), Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Madiun hingga mencapai minus 1,69persen.

Setahun terpuruk karena pandemi, pertumbuhan ekonomi di bumi kampung pesilat lalu menggeliat kembali karena ditopang dari sektor pertanian. Tiga bulan menjelang tutup tahun 2021, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun sudah mencapai tiga persenen.
Bupati Madiun, Kaji Mbing menyebut sektor pertanian menjadi penyumbang paling banyak. Salah satu yang menjadi sektor pertanian mendongkrak angka pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Madiun adalah porang.

Melejitnya porang di Kabupaten Madiun lantaran komoditas ini pasar ekspor dan dalam negeri masih terbuka lebar. Bahkan pengembangan porang ini mendapat dukungan langsung Presiden Joko Widodo saat berkunjung meresmikan pabrik pengolahan porang pada Agustus 2021.

Orang nomer satu di Indonesia itu meminta Kementerian Pertanian dan Pemkab Madiun serius menggarap potensi porang yang menjadi incaran negara-negara maju seperti Cina, Jepang dan Eropa.

Terhadap permintaan Presiden Jokowi, Kaji Mbing menyatakan saat ini lahan yang ditanami porang sudah mencapai 6.000 hektare. Padahal pada 2019, lahan yang ditanami umbi porang ini kurang dari 1.000 hektare.

Berkembang pesatnya lahan perhutani yang ditanami porang merupakan bentuk intervensi kebijakan Pemkab Madiun. Peran sentral Pemkab Madiun yakni mempertemukan Perhutani yang mempunyai lahan, perbankan yang memiliki modal, dan petani yang menggarap lahan.

Untuk permodalan, pemerintah telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) petani porang di Madiun dengan nilai Rp86 miliar. KUR dari BNI senilai Rp36,2 miliar utuk 1.104 petani dan KUR dari BRI senilai Rp49,9 miliar untuk 1.436 petani.

“Saya ambil kebijakan agar petani saja yang menanam porang (bukan investor). Sehingga petani tidak hanya menjadi penonton saja, tetapi juga petani yang berdaya. Dan itu efeknya akan ke mana-mana,” ujar Kaji Mbing.

Tak hanya itu, strategi lain dilakukan Pemkab untuk pengembangan porang yakni mematenkan varietas porang dengan nama Madiun-1. Benih porang varietas Madiun-1 ini sudah diakui oleh Kementerian Pertanian.

Varietas ini secara resmi dilepas Badan Benih Nasional pada Februari 2020. Benih Madiun-1 diakui sebagai satu-satunya benih yang berkualitas dan tersertifikasi.

“Itu menjadi bagian strategi kita karena yang punya bibit porang secara legal itu cuma di Kabupaten Madiun. Dengan demikian pengembangan porang skala nasional mengarah di Madiun. Itu terbukti saat ini banyak daerah yang datang ke Madiun untuk belajar dan membeli benih porang yang sudah tersertifikasi itu,” tutur Kaji Mbing.

Untuk itu, Kaji Mbing mendorong munculnya kalangan milenial untuk bergerak di sektor pertanian terutama porang. Terlebih, hasil tanaman porang benar-benar memberikan dampak ekonomi yang cukup luas.

Cepat Tanggap Hadapi Bencana
Tiga tahun menjabat bupati dan wakil bupati Madiun, Kaji Mbing-Hari Wur banyak mengalami tantangan. Pasalnya saat tahun pertama menjabat, keduanya harus mengatasi persoalan banjir besar yang menerjang Kabupaten Madiun pada Maret 2019.

Setahun kemudian (2020) hingga sekarang, dua pucuk pimpinan Kabupaten Madiun itu dihadapkan pada pandemi covid-19 yang mengguncang berbagai sektor kehidupan masyarakat.
Kendati demikian, ditangan Kaji Mbing-Hari Wur, lambat laun pandemi Covid-19 berhasil dikendalikan di bumi kampung pesilat. Buktinyan, sepekan lalu Kabupaten Madiun sempat berada di zona PPKM Level 2 dari hasil asesmen pemerintah pusat.

Saat awal krisis pandemi berlangsung, Kaji Mbing-Hari Wur langsung memanfaatkan dua RSUD milik Pemkab Madiun untuk dimaksimalkan menangani pasien positif covid-19. Bahkan banyak ruang-ruang baru dibuat untuk dapat menampung pasien covid-19.

Tak hanya itu, saat awal pandemi, Pemkab Madiun juga menyediakan alat swab PCR untuk mendeteksi warga yang terpapar virus corona.

“Rumah sakit di Kabupaten Madiun bisa dikatakan salah satu rumah sakit tataran pertama yang menangani pasien Covid-19. Ini bentuk kesigapan kami dari Pemkab Madiun. Selain itu, kami juga menyiapkan alat PCR untuk dapat memutus persebaran virus. Karena kita tidak boleh terlambat,” kata Kaji Mbing.

Bagi Kaji Mbing, penanganan pandemi membutuhkan respons cepat dan tidak boleh bertele-tele. Terlebih pandemi merupakan kejadian luar biasa. Dengan demikian penanganannya harus harus extra ordinary.

“Ketika dalam kondisi extra ordinary, tetapi penyikapannya tidak extra ordinary maka target penyelesaiannya tidak akan tercapai. Karena kondisi ini perlu kecepatan dan perlu ketepatan. Artinya ada skala-skala tertentu yang perlu kita kalahkan,”ungkap Kaji Mbing.

Ia menambahkan penanganan kebencanaan non-alam seperti pandemi Covid-19, Pemkab Madiun telah melakukan tindakan prefentif, promotif, edukatif, kuratif, hingga rehabilitatif. Seperti kebijakan pembelajaran tatap muka di sekolah.

Selain memperhatikan perkembangan kasus, dia pun mewajibkan seluruh siswa dan keluarganya untuk bermasker. Menurutnya, dengan disiplin dalam bermasker akan mencegah persebaran virus.

Wujudkan Lima Misi
Tiga tahun memimpin Kabupaten Madiun, banyak perubahan positif yang diwujudkan Bupati Ahmad Dawami Ragil Saputro dan Wakil Bupati Hari Wuryanto.

Terdapat lima misi yang hendak diwujudkan saat Kaji Mbing-Hari Wur dinobatkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Madiun, 24 September 2018 lalu. Lima misi itu yakni mewujudkan rasa aman bagi seluruh masyarakat dan aparatur Pemkab Madiun, mewujudkan aparatur pemerintah yang profesional untuk meningkatkan pelayanan publik, dan meningkatkan pembangunan ekonomi yang mandiri bebrasis agrobisnis, agroindustri, dan pariwisata yang berkelanjutan.

Kemudian meningkatkan kesejahteraan yang berkeadilan, dan mewujudkan masyarakat berakhlak mulia dengan meningkatkan kehidupan beragama, menguatkan budaya, dan mengedepankan kearifan lokal.
Kendati hampir dua tahun dihantam pandemi covid-19, berbagai indeks pengukur keberhasilan pembangunan terlihat tumbuh. Mulai dari indeks rasa aman naik dari 66,97 pada 2019 menjadi 69,88 pada 2020.

Indeks reformasi birokrasi dari 70,45 pada 2019 naik 70,55 pada 2020, indeks pembangunan manusia 71,69 pada 2019 naik menjadi 71,73 pada 2020, indeks kualitas lingkungan hidup dari 75,44 pada 2019 menjadi 76,55 pada 2020. Sementara itu, indeks kesalehan sosial dari 61,67 pada 2019 menjadi 61,90 pada 2020.

“Indikator-indikator itu setiap tahun ada perhitungan dan pencapaian masing-masing. Dan itu nanti finisnya pada 2023. Meski dilanda pandemi, capaian dari indeks itu menunjukkan masih baik. Itu artinya semuanya masih dalam relnya,” kata Kaji Mbing.

Kaji Mbing menuturkan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Madiun turun dari 5,42 pada 2019 menjadi -1,69 pada 2020. Untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi minimal di angka 5,42 itu, harus didukung semua OPD.

Tak hanya itu, Pemkab Madiun membuka lebar pintu bagi investor. Hanya saja keberadaan investasi harus baik untuk masyarakat, untuk investor, dan juga baik untuk pemerintah.

Bagi Kaji Mbing, seluruh capaiannya selama 3 tahun ini merupakan hasil kerjasama semuanya, baik di birokrasi, TNI/Polri, swasta dan masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih membantu mendukung visi dan misi Pemkab Madiun. Sehingga saat hari ini mengalami pandemi kita masih terus bersama-sama dalam menghadapinya dari sisi kesehatan maupun pemulihan ekonomi. Saya berharap ketika kebersamaan terjalin semua semuanya akan terlewati sehingga Kabupaten Madiun akan mencapai visi misi aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak,” demikian Kaji Mbing

Hadirkan Perguruan Tinggi Negeri
Saat awal Kaji Mbing-Hari Wur menjabat, belum ada satupun perguruan tinggi yang berdiri di Kabupaten Madiun. Padahal keberadaan perguruan tinggi sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Tak ingin ketinggalan SDMnya dengan daerah lain, Pemkab Madiun bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo mendirikan kampus di Madiun.

Keinginan Kaji Mbing-Hari Wur agar Kabupaten Madiun memiliki perguruan tinggi negeri pun terwujudkan sejak tahun lalu.

Sejak tahun 2020, Kampus UNS di Caruban sudah berdiri dan menerima mahasiswa baru. Untuk tahap awal, tiga jurusan yang menjadi kebutuhan Pemkab Madiun dibuka yakni D3 Akuntansi, D3 Teknik Informatika, dan D3 Teknologi Hasil Pertanian.

Wakil Bupati Madiun, Hari Wuryanto mengatakan untuk membangun gedung perguruan tinggi negeri, Pemkab Madiun telah mengucurkan anggaran sekitar Rp10 miliar. Selain itu tanah yang didirikan gedung Kampus UNS di Caruban merupakan aset Pemkab Madiun.

“Saat ini sudah ada ratusan mahasiswa yang belajar di Kampus UNS di Caruban. Dan jumlah mahasiswanya memang terbatas karena disesuaikan dengan fasilitas yang tersedia,” kata Hari Wur.

Ke depan, kata Hari Wur, fasilitas ruang belajar tersebut akan ditambah sehingga bisa menampung lebih banyak mahasiswa.

Untuk pengembangan kampus, kata Hari Wur, tahun depan kampus tersebut akan dihibahkan ke UNS. Hibah itu dilakukan agar pengembangan kampus dikelola secara langsung oleh UNS.

Untuk tahapannya, Pemkab Madiun masih membuat proposal pengajuan untuk hibah tersebut ke DPRD. Setelah mendapatkan persetujuan dari DPRD, proses hibah ke UNS bisa segera dilaksanakan.

Ia menambahkan selain membangun kampus perguruan tinggi negeri, Pemkab Madiun juga menyediakan anggaran khusus di sejumlah kecamatan yang ada di bawah kaki Gunung Wilis.
Dengan anggaran itu wilayah yang berada di kaki Gunung Wilis dapat mengembangkan agro industri untuk menyambut adanya Proyek Strategis Nasional (PSN) selingkar Wilis.

Setidaknya terdapat tiga kecamatan yang wilayahnya berada di kaki Gunung Wilis yakni Kecamatan Dagangan, Kecamatan Gemarang, dan Kecamatan Kare.

Menurut Hari Wur, selain daya tarik wisata, produksi agro industri dapat memenuhi kebutuhan sayuran bahkan menyuplai ke daerah lain.

Di masa dua tahun sisa jabatannya, ia bersama Bupati Kaji Mbing akan berusaha memenuhi visi misi dan harapan untuk masyarakat Kabupaten Madiun. Untuk itu dibutuhkan kerja keras dan kebersamaan semua pihak untuk mewujudkan Kabupaten Madiun yang aman, mandiri, sejahtera dan berakhlak.

Pos terkait