Adakan Skrining Kesehatan, Bentuk Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas di Puskesmas Lembeyan

Bentuk Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas di Puskesmas Lembeyan

Beritatrends, Magetan – Bersamaan dengan launching Puskesmas Lembeyan yang baru, turut diadakan Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas dalam bentuk skrining kesehatan, pada Jumat (20/1/2023).

Dimulai dengan kegiatan kebugaran jasmani melalui senam bersama, kemudian dilanjutkan dengan skrining kesehatan meliputi pengecekan tensi / tekanan darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta penimbangan berat badan. Dalam skrining tersebut juga diselipkan edukasi terkait dengan kesehatan. Tak hanya itu, dalam acara tasyakuran launching puskesmas, juga disajikan menu sehat, seperti buah dan sayuran lengkap.

Adapun skrining kesehatan merupakan bentuk pelaksanaan Gerakan Pengendalian Penyakit Prioritas, yakni penyakit Kardiovaskuler, Diabetes Mellitus (DM), dan Tuberkulosis (TB). Skrining kesehatan tersebut merupakan kegiatan rutinan yang dilaksanakan setiap bulan di Puskesmas Lembeyan yang lama, dan akan dilanjutkan juga di Puskesmas Lembeyan yang baru.

Menurut Puji Astuti, Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Puskesmas Lembeyan, sekaligus pemegang program pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM), mengatakan bahwa saat ini angka penderita penyakit Kardiovaskuler dan DM cukup tinggi.

“Kardiovaskuler, salah satunya Hipertensi, memang penyakit yang cukup tinggi angkanya dan ini penyakit mematikan. Sama dengan DM juga sudah mulai banyak penderitanya,” terang Puji.

Demikian halnya dengan Tumiran, Bidang P2P Puskesmas Lembeyan, sekaligus pemegang program pengendalian TB, menyatakan bahwa penderita penyakit TB saat ini juga tinggi. Sehingga dalam hal ini bentuk pelayanan yang diberikan meliputi sarana pemeriksaan melalui PCR dan pemberian obat.

“Masalahnya TB bisa menular sekitar 20 orang. Kalau ada segera ditindaklanjuti agar tidak menyebar kemana-mana,” kata Tumiran.

Diakhir, ia berpesan kepada masyarakat agar wajib melakukan skrining kesehatan, minimal setahun sekali.

“Karena penyakit Kardiovaskuler dan DM tidak ada gejalanya, kalau tidak diperiksa tidak tahu. Jadi minimal setahun sekali harus periksa kesehatan, sehingga kalau terdeteksi biar segera ditindaklanjuti,” tutur Tumiran.

Pos terkait