Bengkayang, beritatrends.co.id – Ketegangan juga terjadi saat sesi tanya jawab soal CSR dan kompensasi. Anam anak dari pemilik kandang Folian dan Jeremiah memilih bungkam saat ditanya wartawan.
Puncaknya terjadi saat mediasi bubar. Anam melontarkan pernyataan yang melukai hati insan pers.
“Tidak respek dengan wartawan, karena wartawan menyalahgunakan kewenangan dan tugasnya. Saya hanya senang dengan seorang berinisial K,” ucap Anam sambil menuju mobilnya, Selasa 10 Agustus 2026 di Kantor Desa Dharma Bhakti.
Pernyataan itu sontak memicu reaksi dari peserta mediasi. Padahal dalam mediasi yang sama terkuak dugaan manipulasi data dan pengalihan peruntukan tanda tangan warga.
Menurut Ketua RT 01 Dungkan, Indra, warga merasa tidak pernah mendukung pendirian kandang tersebut.
“Itu tidak benar. Kami merasa tidak ada mendukung pendirian kandang itu,” tegas Indra.
Tanda tangan warga yang awalnya untuk kegiatan adat, diduga dialihkan untuk dokumen OSS sebagai dukungan gangguan lingkungan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan manipulasi data dan pernyataan Anam kepada wartawan.





