Berawal Dari Pemberdayaan Anak Jalanan, Pengusaha Arang Ini Sukses Hingga Tembus Pasar Luar Negeri

Suwaji Pengusaha Arang Ini Sukses Hingga Tembus Pasar Luar Negeri

Beritatrends, Magetan – Arang, bisa jadi belum banyak dilirik oleh kebanyakan orang untuk dikembangkan menjadi sebuah usaha atau bisnis. Namun, di tangan Suwaji, warga Desa Nguri, Kecamatan Lembeyan, Magetan, arang dapat menghasilkan cuan yang sangat menjanjikan.

Berawal dari niat untuk memberdayakan anak jalanan, pada tahun 2000-an Suwaji mulai bergelut mendalami usaha arang.

“Awalnya sebenarnya tidak bermaksud untuk membuat usaha ini, tapi pada sekitar tahun 2000-an banyak anak yang nakal di jalan-jalan. Akhirnya saya tarik untuk diajak kerja supaya tidak meresahkan masyarakat, alhamdulillah ternyata bisa walaupun pada akhirnya mrotoli (satu per satu keluar, red),” ujarnya.

Kini siapa sangka, usahanya terus berkembang hingga sukses bahkan berhasil menembus pasar luar negeri, seperti Arab Saudi, China, hingga Korea. Sehingga dalam hal penyediaan bahan baku juga menyesuaikan permintaan, seperti Arab Saudi yang hanya menerima arang dari kayu asam / tamarind yang biasa diambil dari daerah Wonogiri dan Ponorogo.

“Saya mendengar dari orang yang ada disana, orang Saudi paling senang dengan arang dari Indonesia yang menggunakan kayu tamarind untuk kebutuhan memasak,” jelasnya.

Suwaji memaparkan, untuk proses pembuatan arang, apabila menggunakan tungku besar dapat mengolah kayu berkapasitas 12 rit/truk dan menghasilkan arang sekitar 11-12 ton dalam waktu 35 hari. Sedangkan jika menggunakan tungku kecil, maka dapat menghasilkan sekitar 3 ton dalam waktu 12-15 hari.

Tak hanya memenuhi kebutuhan ekspor, Suwaji juga menjual arang berukuran kecil pada industri lokal, seperti pedagang sate hingga dikirim ke pabrik di daerah Krian dan Jepara.

Kini, total pekerjanya telah mencapai 26 karyawan. Meski begitu, ke depan Suwaji mengaku juga akan mengembangkan arang kayunya menjadi arang briket untuk mengikuti permintaan pasar.

Baca Juga  Pasar Murah Disperindag Jatim Disambut Antusias Masyarakat Magetan

“Sebenarnya saat ini juga mau melangkah kesana. Kita sudah membuat mesin mencapai 60%. Akan tetapi masih terkendala tenaga profesional,” ungkapnya.

Dalam sebulan, Suwaji dapat mengekspor arang sebanyak 2-4 kontainer atau setara dengan 60-80 ton arang, dengan mendapat penghasilan bersih sekitar Rp 15-20 juta/bulan.

Pos terkait