PONTIANAK, BeritaTrends.co.id – Cangkul boleh tetap ada di tangan, tapi pola pikir petani harus berubah. Itu pesan keras Bupati Landak Karolin Margret Natasa.
Hadir di Pendopo Gubernur Kalbar pada Musda HKTI Kalbar, Sabtu (27/6), Karolin tak bicara basa-basi. Ia menantang langsung para petani.
“Kita tidak bisa lagi memakai cara-cara lama. Petani kita harus berani naik kelas menjadi pengusaha!”, serunya.
Bagi Karolin, ketahanan pangan bukan sekadar jargon di atas kertas. Ini soal perut rakyat. Karena itu, ia berkomitmen membangun sinergi 3 pilar: HKTI, Badan Karantina, dan Petani Landak untuk menjalankan program modernisasi pertanian sampai ke pelosok desa.
Targetnya satu: Petani Landak tidak lagi hanya jadi pekerja di lahannya sendiri, tapi jadi pengusaha yang punya daya saing.
Dengan dukungan penuh dari Sekjen HKTI Pusat dan kepala daerah se-Kalbar yang hadir, misi Landak untuk swasembada pangan kini punya panggung yang lebih besar.





