Diduga Hujan Debu Abu Vulkanik Anak Gunung Krakatau Sampai Kota Pringsewu

 

Beritatrends.co.id, Pringsewu – Diduga hujan debu abu vulkanik Anak Gunung Krakatau sampai Kota Pringsewu,terlihat pada 5 September 2026 jam 17.30 Wib Sabtu(5/9/2026) malam.

 

Salah satu warga masyarakat Kecamatan Gading Rejo mas yanto (38th)mengatakan magrib ini saya kaget banyaknya material debu di meja dan kursinya padahal biasanya tidak ada tidak setebal ini, apalagi ini saya salah satu usaha UMKM diluar Pecel Lele dan Nasi goreng sejak 10 tahun ini, baru hari ini ada debu seperti ini ujarnya. (5/9).

 

Sementara itu salah satu pengusaha ayam geprek dikota pringsewu kecamatan pringsewu HYD(50)juga mengatakan hal yang sama bahwa sore ini sampai ini malam jam 21.00 wib debu banyak di terasnya setiap 15 menit sekali kami menyapu agar debu diteras rumah juga hilang, harapannya semoga dugaan hujan debu abu vulkanik ini bisa hilang besok, terangnya..

 

Sampai berita ini di publish kepala BPBD Kabupaten Pringsewu belum bisa dikonfirmasi..

 

Untuk diketahui publik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda terus mengalami erupsi sejak Jumat (04/09) malam hingga Sabtu (05/09) pagi, dengan aktivitas berupa semburan lava pijar “yang menyerupai air mancur”, menurut Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan sejumlah instrumennya merekam aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu yang sama dengan laporan dentuman dan getaran yang dilaporkan masyarakat di Bandung Raya. Namun lembaga tersebut tak bisa memastikan bahwa erupsi berhubungan dengan dentuman tersebut.

 

Sementara Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengatakan, berdasarkan pengalaman erupsi Anak Krakatau pada 2020 dan Gunung Kelud pada 2014 yang suara dentumannya terdengar hingga jarak jauh, erupsi Anak Krakatau tetap merupakan salah satu kemungkinan penyebab dentuman yang terdengar di sejumlah wilayah Jawa Barat, pada 4-5 September 2026.

Baca Juga  Presiden ke -6 RI Hadir Dan Saksikan Langsung Pertandingan Livoli Devisi Utama 2025

 

Berdasarkan pemantauan Badan Geologi, erupsi yang dimulai Jumat, pada pukul 23.07 WIB masih berlangsung hingga 04.40 WIB, disertai suara gemuruh yang terdengar dari pos pengamatan gunung api di Pasauran, Banten.

 

Hingga saat ini, status Gunung Anak Krakatau tetap berada pada Level III (Siaga). Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di Desa Hargo Pancuran, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, menyatakan, erupsi masih berlangsung hingga Sabtu sore, pukul 16.17 WIB.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *