Dinkes Magetan Laksanakan Kegiatan Orientasi Bagi Pendamping dan Santri Husada

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dr. Rohmat Hidayat saat diwawancarai 

Beritatrends, Magetan – Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan melaksanakan kegiatan Orientasi Bagi Pendamping dan Santri Husada di Gedung Korpri Magetan, Jawa Timur. Selasa (07/06/2022)

Dalam kegiatan Orientasi Bagi Pendamping dan Santri Husada kali ini dilaksanakan selama 2 hari mendatang dan diikuti sebanyak kurang lebih 45 orang, mulai dari pondok pesantren, puskesmas pembina, ormas, dan PCNU yang ada di Kabupaten Magetan.

Kasi Promkes dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Magetan Totok Aprijanto mengatakan selama 2 hari mendatang ini nanti telah diakan kegiatan Sosialisasi dimana akan diberikan ilmu kemandirian kepada kader santri husada ini bisa membawa, mengedukasi, maupun melaksanakan kegiatan yang mendukung kesehatan pondok pesantren.

“Kami berharap setiap adanya berdirinya pondok pesantren itu salah satu syaratnya harus adanya poskestren beserta sarana prasarana dan seluruh kader – kadernya, sehingga kita dari Dinkes Magetan itu bisa lebih mudah untuk membina secara langsung,” ucap.

Kegiatan yang dilaksanakan selama 2 hari ini nanti diikuti sebanyak kurang lebih 45 orang, mulai dari pondok pesantren, puskesmas pembina, ormas forum kabupaten sehat, dan juga PCNU.

“Dengan adanya kegiatan kali ini diharapkan pondok yang dilakukan pendampingan ini semuanya PHBSnya bisa lebiih mandiri lagi kedepannya,” tuturnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan bahwa kali ini mengumpulkan beberapa pondok pesantren yang akan diberikan orientasi terkait kesehatan di pondok pesantren.

“Harapannya para santri yang tinggal di pondok pesantren itu mengerti tentang perilaku hidup bersih dan sehat, jadi ini adalah hal yang sangat penting harus diketahui oleh para santri supaya selama kehidupan di pondok pesantren itu bisa benar – benar menjaga kesehatannya, mengerti bagaimana gejala orang yang sakit, dan yang terpenting bisa menjadi santri yang sehat dan cerdas,” jelas Kepala Dinkes Magetan.

Baca Juga  Moeldoko Apresiasi Kinerja Forkopimda Kabupaten Sampang Dalam Penanganan Covid-19

Setelah pelatihan selama 2 hari ini, Kepala Dinkes Magetan berharap para santri yang mengikuti pelatihan ini itu bisa menjadi motivator atau pendamping di pondok pesantren yang bisa memberikan pengertian kepada teman – teman di pondok pesantren supaya mereka juga bisa merubah perilakunya.

Pada kegiatan kali ini disamping pemberian materi perilaku hidup bersih dan sehat Dinas Kesehatan Magetan juga memberikan materi terkait penanganan bantuan hidup dasar.

“Jadi kalau misal ada salah satu santri yang sakit itu bisa mendeteksi kira – kira harus dibawa kemana, agar tidak terlambat penanganannya, juga kali ini memberikan materi penyakit menular yang saat ini kondisinya belum bisa kita enyahkan 100% salah satunya adalah TBC,” imbuh Kepala Dinkes Magetan

Ia menambahkan, tentu setelah kegiatan ini nanti Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan akan melakukan evaluasi dan akan dilihat perkembangannya.

“Semoga dengan adanya kegiatan ini tingkat kesehatan di pondok pesantren yang ada di Kabupaten Magetan itu bisa meningkat, dengan harapan seluruh pondok yang ada di Kabupaten Magetan ini bisa kita dampingi semuanya,” ujar Kepala Dinkes Magetan.

Pos terkait